Dinas Perikanan Latih Budidaya Cacing Sutra Sebagai Alternatif Pakan Alami di 3 Kecamatan

Kegiatan pelatihan pembenihan dan pembuatan pakan alami yang diselenggarakan oleh bidang Perikanan Budidaya berlangsung selama dua hari dari tanggal 30 – 31 Agustus 2021 di UPT BI Kelansin.  dan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan di uala UPTB BI Kelansin.

Peserta pelatihan berjumlah 15 orang yang  berasal dari beberapa kelompok pembudidaya yang ada di wilayah 3 Kecamatan yakni Kecamatan Kalis,Mentebah dan Bunut Hulu serta 4 orang Penyuluh Perikanan .

Hari pertama dimulai dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dari bidang budidaya yakni Hermia,S.Pi dengan materi cara pembenihan ikan yang baik (CPIB), dilanjutkan dengan budidaya ikan lele dumbo serta budidaya dan pembuatan pakan alami cacing sutra oleh Kepala UPT BI Abang Zulkifli,S.Pi.,M.Si dan staf UPT BI sebagai intruktur tenaga ahli.

Tempat budidaya cacing sutra dengan metoda apartemen di UPT BI Kelansin

            UPT BI – Kelansin sejak dua tahun terkahir sudah mengambangkan budidaya cacing sutra sebagai alternatif pakan alami.  Produksi cacing sutra dalam seminggu dapat mencapai sekitar 500 gram dari satu rak yang terdiri atas 9 wadah ukuran 40  x 60 x 12 cm. tutur Abang Zulkifli

Praktek pembuatan pakan alami dalam hal ini budidaya cacing sutra di lakukan di laborotorium UPT BI pada hari kedua. Cacing sutra biasa hidup di media berupa tanah berlumpur yang kaya bahan organik. Cacing sutra biasa hidup di media tanah yang tergenang. Untuk itu, perlu dibuat instalasi air agar media budidaya cacing sutra senantiasa tergenang. Sirkulasi air yang terus – menerus dapat meningkatkan oksigen terlarut untuk mendukung perkembangan cacing sutra.

Induk cacing sutra yang siap dikembangbiakan

Induk cacing sutra dapat diperoleh dari alam atau hasil pembiakan. Jumlah indukan yang dibudidayakan sebesar 5% dari jumlah media. Jadi, jumlah indukan cacing sutra yang dibudidayakan dalam wadah ada sebanyak 100 gram per wadah.

Panen cacing sutra dapat dilakukan setelah 3 bulan pemeliharaan. Cacing sutra dapat dipanen menggunakan tangan langsung atau dengan saringan halus lalu dibersihkan dari lumpur pengotornya untuk selanjutnya diberikan sebagai pakan ikan.

Disampaikan Abang Zulkifli dalam materinya sebaiknya cacing sutra dipanen secara parsial sehingga usaha budidaya cacing sutra dapat berlangsung secara kontinu/berkelanjutan.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

0 replies on “Dinas Perikanan Latih Budidaya Cacing Sutra Sebagai Alternatif Pakan Alami di 3 Kecamatan”

On Key

Related Posts

Follow Us

Copyright – Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu – 2021