Sekretaris Perikanan bersama Kabid Perikanan Budidaya mengikuti Rembuk Stunting di Kabupaten Kapuas Hulu

Sekretaris Dinas Perikanan Triwati,SP.,M.Si bersama Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sulaiman.S.PKP.,MM mengikuti Rembuk Stunting Percepatan Penurunan  Stunting di Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Bepedda  (12/04/2021). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh beberapa OPD lingkup Pemerintah Kapuas Hulu, Camat dari 23 Kecamatan dan Kepala Desa dari 42 Desa lokus stunting di Kapuas Hulu.

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Kapuas Hulu dalam hal ini diwakili olh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan dengan Tema Optimalisasi Intervensi Gizi Spesifik dan Sensitif Dlm Upaya Percepatan Penurunan Stanting” Kab Kapuas Hulu Thn 2021.

Tujuan umum dari kegiatan ini adalah “Terwujudnya komitmen bersama untk melakukan intervensi gizi spesifik dan sensitif, dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kab Kapuas Hulu dari 32,9% tahun 2020 minimal  mendekati angka  nasional 14% di thn 2024 karena penanggulangan stunting harus menjadi tanggung jawab bersama yang diwujudkan dalam kebijakan, program kerja, partisipasi seluruh masyarakat, media massa dan dunia usaha.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian  materi ” Kebijakan Percepatan Penanggulangan  Stunting disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kab. Kapuas Hulu dan dan Konfergensi Percepatan Penurunan Stunting yang disampaikan oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu.   

Triwati menyampaikan sebagai tim teknis untuk mendukung dalam peningkatan gizi dari protein hewani khusus ikan. Dalam hal ini melalui bidang perikanan budidaya bantuan ikan konsumsi merupakan salah satu dukungan program penurunan stunting di Kapuas Hulu.

Kegiatan Rembuk Stunting diakhiri degan penanda tanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan  Percepatan Pencegahan  Stunting antara Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, beberapa OPD Teknis, para Camat 23 Kecamatan dengan Bupati Kapuas Hulu.

Sekretaris Bersama Bidang PPNK Dinas Perikanan ikuti Webinar Peduli Ikan Asli Indonesia

Sekretaris Bersama bidang P2NK (Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil) mengikuti Webinar Peduli Ikan Asli Indonesia (7/04/2021) di ruang multimedia Dinas Perikanan Kapuas Hulu. Kegiatan tersebut diselengarakan oleh Fakultas Pertanian jurusan Manajemen Perairan Universitas Tanjungpura. Merupakan Implikasi dan Perspektif Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01 tahun 2021.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadrikan narasumber  pertama yakni Ir. Pingkan K Roe Roe, M.Si dengan materi Sejarah dan Implikasi Kepmen KP No. 1/2021. Dilanjutkan dengan pemateri kedua Dr. Ir. Mohammad Mukhlis Kamal, M.Si degan Materi Potensi Ikan Asli Indonesia dan Strategi Pengelolaannya. Pemateri ketiga Dr.FX. Widadi Padmarsari, S.Si., M.Si (Dosen Program Studi Manajemen Periran Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura) degan materi Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Ikan Asli Khususnya Di Kalimantan Barat.

Upaya konservasi termaksud konservasi Sumber Daya Ikan ( baik konservasi Ekosistem, Genetik maupun konservasi Jenis) merupakan amanat RPJMN 2021-2024. Program Pengelolaan Konservasi Jenis Ikan  meliputi Perlindungan, Pelestarian dan Pemanfaatan,  denga kriteria ikan yang terancam punah, langka, endemik, populasi menurun, reproduksi rendah dan status pemanfaatan.        

Sekretaris Dinas Perikanan ikuti webinar

Beberapa perspektif pengelolaan ikan asli Indonesia: 1) Memperkuat manajemen dan  informasi berbasis saintifik; 2) Kebijakan yang sinergis dan kelembagaan yang kuat; 3) Kerja sama internasional; 4) Penggunaan Medsos dan peran komunitas; 5) Revitalisasi kearifan lokal; 6) Pengelolaan dgn pendekatan lingkungan.     Strategi Pengelolaan ikan-ikan asli Indonesia harus bersifat komprehensif degan mempertimbangkan aspek ekologi dan dimensi manusia melalui kelembagaan dan tata kelola yang baik.

Pada saat yang sama Sekretaris menyampaikan pertanyaan tentang kekhawatiran dari masyarakat Kapuas Hulu terkait perlindungan penuh ikan belidak mengingat ikan belidak merupakan salah satu bahan utama pembuat olahan ikan seperti  kerupuk kering dan kerupuk basah yang merupakan makanan khas asal Kapuas Hulu yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pengolah

Dinas Perikanan Survey Analisis Pasar Hasil Perikanan di Kecamatan Jongkong

Dinas Perikanan dalam hal ini Bidang Perikanan Budidaya melakukan survey analisis pasar hasil perikanan di Kecamatan Jongkong. Petugas yang melakukan survey Aries Nur Sejati,A.Md dan Duanti Rahmi Lastri,A.Md.Pi beserta staf lainnya yakni Muh Abduh,S.Pi dan Zalifah ainun Zainudin, A.Md.Pi (9/04/2021). Lokasi utama yang yang jadi sasaran tim survey yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jongkong.

Subuh-subuh sekali sekitar jam setengah 5 pagi tim sudah berada di TPI. Menurut Aries jika tidak dilakukan pada subuh pagi maka kita tidak akan bertemu dengan pelaku usaha perikanan. Target yang menjadi sasaran survey yakni pengupul dan pengecer ikan di lokasi TPI. penjual ikan rata-rata nelayan dari Kecamatan Selimbau dan Jongkong datang membawa ikan ke TPI Jongkong. Selanjutnya akan dilakukan pendaratan di lanting TPI dan tim pengecer siap menyambut ikan-ikan tersebut. Bahkan ada yang dipesan oleh pengecer sebelumnya kepada nelayan.

Sambil aktivitas berjalan tim melakukan pendataan pelaku pengecer ikan tersebut. Ada sekitar 35 orang yang terdiri dari 20 pengumpul dan 15 pengecer yang berhasil didata oleh tim. Pengecer tersebut datang dari Kecamatan Hulu Gurung, Pengkadan hingga Boyan Tanjung. Untuk pengumpul dari Kecamatan Jongkong ada juga ikut dalam kegiatan tersebut.

Ditambahkan juga oleh Duanti hasil dari data tersebut digunakan untuk melihat penyebaran ikan dan mendata komoditi ikan dan kebutuhan ikan di pasaran. Sehingga pendataan tidak hanya kepengecer juga dilakukan pelaku pengolah dan pengumpul ikan di Desa Tanjung Suli Kecamatan Jongkong.

Duati dan tim sangat beterima kasih kepada petugas TPI dari Dinas Perikanan yakni Juliana sudah membantu dalam proses pendataan. Keberadaan TPI sangat membantu bagi pengumpul dan pengecer untuk melakukan transaksi penjualan ikan. Hal yang sama juga dirasakan oleh pengumpul maupun pengecer, TPI sangat membantu dalam pengambilan ikan.

Dinas Perikanan Monitoring Kolam Percontohan Patin di Desa Tekalong Kecamatan Mentebah

Dalam rangka melihat kemanfaatan program Dinas Perikanan yang sudah disalurkan pada tahun 2020. Tim Monitoring diketuai oleh Dety Putri Sari, S.Pi bersama staf program Dinas Perikanan terdiri 5 orang mendatangi kelompok Batang Menain Desa Tekalong Kecamatan Mentebah (10/4/2021).

Kelompok penerima yakni Kelompok Batang Menain Desa Telakong dengan jumlah anggota 14 orang tersebut pada tahun 2020 mendapatkan bantuan Ikan patin sebanyak kurang lebih 30.000 ekor. Ikan patin yang sudah dibagikan melalui Dinas Perikanan pada tahun 2020 sudah ditebar dan dipelihara oleh kelompok.

Menurut ketua kelompok Batang Benain Deminius saat ditemui di lokasi menyampaikan belum ada kendala yang berarti sejak pertama ikan datang pada akhir tahun 2020. Ikan yang dibudidakan tumbuh  dengan baik dan sehat. Meskipun belum di panen karena belum cukup ukuran untuk dipanen.

Menurut Deminius rencananya  ikan tersebut sudah ada pasaran yang akan menampung. Karena pemintaan ikan patin masih banyak dan mudah dalam pemasarannya.  Selain itu pendukung dalam budidaya ikan sangat baik karena sumber air dari bukit Sekarung, Tekalong sangat melimpah. Sehingga musim kemarau tidak di khawatirkan air kering.

Dety Putri Sari Kasubag Program Dinas Perikanan saat melakukan monitoring melihat potensi di Tekalong sangat bagus untuk pengembangan budidaya ikan konsumsi. Saat diwawancarai, ketua kelompok menilai kelompok sudah terbiasa membudidayakan ikan. Kondisi seperti ini yang diharapkan, tinggal pembinaan dari bidang terkait.

Selain itu daerah Tekalong dekat dengan UPT BI Kelansin Dinas Perikanan. UPT bisa dijadikan tempat untuk bertanya dan belajar. Sehingga kelompok bisa menjadi motivasi untuk lebih baik. Dety juga berharap kedepan kelompok bisa menjadi mandiri.

Sekretaris Dinas Perikanan Bina Staf di UPT Benih Ikan Kelansin

Sekretaris Dinas Perikanan Triwati. SP., M. Si berkunjung ke UPT BI Kelansin (9/4/2021). kegiatan kunjungan dilakukan bersamaan dengan apel pagi yang dilakukan setiap hari di UPT BI Kelansin. Didampingi Kepala UPT BI Kelansin Abang Zulkifli,. S.Pi.,M. Si dan seluruh staf yang ada di lingkup UPT BI.

Dalam sambutannya Triwati mengingatkan staf untuk terus menegakkan disiplin baik dalam jam masuk kerja dan pulang kantor harus sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Sesuai dengan ketentuan yang sama pada Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu di Putussibau.  

Triwati memberikan pembinaan UPT BI

Selain itu Tri menambahkan dalam penguasaan teknologi seperti komputer harus dikuasai oleh staf teknis. Meskipun sebagian besar staf di UPT BI adalah pekerja teknis, teknologi lainnya harus seimbang. Hal ini akan menunjang dalam peningkatan kinerja dan kepekaan yang tinggi dalam menyikapi perintah dan menangani persoalan yang ada  perlu di tingkatkan sebagai tuntutan jaman sekarang ini.

Triwati juga mengingatkan untuk mengelola arsip Dinas yang ada di UPT BI harus rapi. Meskipun keberadaan UPT jauh dari kantor pusat pemerintahan, kondisi arsip harus sudah sesuai standar kearsipan.

Terakhir Triwati memberikan motivasi kepada semua staf untuk tetap menjaga kekompakan di lapangan. Dengan semuanya itu diharapkan UPT BI semakin baik terutama dalam administrasi dan dapat melengkapi Kinerja Dinas karena UPT BI merupakan bagian dari Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu. (Abe)

Kepala Dinas Perikanan Hadiri Sosialisasi Peraturan Penyelengaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum

Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu Roni Januardi.s.Sos.,M.Si menghadiri sosilisasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2021ttg Penyelengaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kapuas Hulu (7/4/2021). Kegiatan sosialisasi tersebut disampaikan secara langsung oleh kepala kantor pertanahan kabupaten kh dihadiri oleh kepala dan utusan / pejabat yg mewakili OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.
Ditemui di kantornya, Roni menyampaikan bahwa motivasi atas kehadiran dalam kegiatan tersebut,di karena Dinas Perikanan memandang penting bahwa pengadaan tanah bagi suatu opd, menjadi salah satu bagian penting untuk merealisasikan Pembangunan infrastruktur, baik perekonomian, konektivitas,termasuk perikanan, seperti pelabuhan atau tempat pendaratan ikan , pasar ikan, balai pembenihan dll.
Namun persoalan selanjutnya adalah, bahwa ternyata tersedia anggaran saja tidak akan cukup menjamin lahan yang di butuhkan, akan dapat sediakan, jika manajemen pengadaan tanah tidak di kuasai oleh suatu opd. Akibatnya adalah, banyak dari lokasi inprastruktur tertentu, tidak berada pada lokasi yg memang di butuhkan oleh masyarakat.akibatnya lagi adalah infrastruktur tersebut mangkrak.
Hal ini tentu saja di sebabkan oleh pengadaan tanah yg tidak terintegrasi dengan pembangunan infrastruktur nya.tidak terintegrasinya ini, menyebabkan penentuan letak lokasi infrastrukturnya tdk di sesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat , atau studi kelayakannya atau rencana tata ruangnya.karena infrastruktur nya harus segera di bangun sementara perencanaan pengadaan tanahnya belum ada maka Penentuan lokasi mau tidak mau di sesuaikan dengan ketersediaan lahan tanahnya yang memang sudah ada sejak lama sebagai aset pemda, padahal belum tentu cocok dengan kebutuhan masyakarat, atau rencana pengembangan kota, studi kelayakan dll.
Kurangnya penguasaan manajeman pengadaan tanah oleh opd, sedikit banyaknya dapat membuat suatu opd tidak berani melakukan pengadaan sendiri di sesuaikan rencana pembangunan infrastruktur atau dalam istilah perencanaan tanah terintegrasi. Ketakutan ini, memang beralasan karena banyak kasus kasus yg menimpa para pengambil keputusan dalam pengadaan tanah beberapa waktu yg lalu , tersangkut persoalan hukum.
Oleh karena itu, penguasaan menejemen pengadaan tanah mulai perencanaan pengadaan tanah, persiapan,pelaksanaan termasuk dalam hal ini hasil penilaian appraisal, sampai kpd penyerahan hasil dan persertifikatan, dapat dilaksanakan secara benar dan tepat sesuai peraturan perundangan yg berlaku.

Dinas Perikanan Presentasi Review SAKIP Tahun 2020 dihadapan Tim Inspektorat Kapuas Hulu

Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu menyelengarakan review SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah) Dinas Perikanan tahun 2020 (8/4/2021). Kegiatan yang berlangsung di aula Dinas Perikanan dihadiri oleh Tim SAKIP Kabupaten dari Pembantu Inspektur Wilayah III Inspektorat Kapuas Hulu dimulai dari pukul 09.00 hingga selesai. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu Roni Januardi.S.Sos.,M.Si juga dihadiri Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala UPT BI Kelansin dan juga Kepala Sub Bagian di lingkup Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu.

Hendri S.Sos M.Si Inspektur Pembantu Wilayah III dalam sambutanya menyampaikan review SAKIP merupakan angenda rutin yang dilakukan oleh tim SAKIP Kapuas Hulu. Pada tahun ini, Dinas Perikanan mengundang langsung tim SAKIP dari Inspektorat untuk hadir ke Dinas Perikanan. Kami sangat berkesan atas sambutan dari Dinas Perikanan. Dimana acara tersebut bisa dihadiri oleh semua eselon lingkung Dinas Perikanan.

Hasil penilaian SAKIP pada Dinas Perikanan tahun 2019 dengan kategori B atau 69,88. Tinggal sedikit lagi bisa Dinas Perikanan bisa mencapai nilai BB yakni 70 ke atas. Untuk itu Hendri berharap ada kemajuan yang sangat berarti dengan memenuhi rekomendasi yang dibuat oleh Tim SAKIP Kabupaten pada tahun 2019. Sehingga perlu Kerjasama internal di Dinas Perikanan untuk perbaikan-perbaikan kedepan.

Diwaktu yang sama Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu Roni Januardi.S.Sos.,M.Si menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan kegiatan review SAKIP sangat berterima kasih kepada Tim Inspektorat sudah memenuhi undangan. Roni menyampaikan bahwa perjungan SAKIP di Perikanan sudah dilalui sejak tahun 2016 dengan nilai CC hingga tahun 2019 bisa mencapai B. hal ini perlu perjuangan yang sangat berat. Berkat Kerjasama dan sinergisitas semua elemen yang ada di Dinas Perikanan semua bisa terwujud.

Acara inti dari kegiatan review SAKIP adalah presentasi SAKIP tahun 2020 yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perikanan Triwati,S.P.,M.Si. Dalam presetasinya Triwati menyampaikan hasil capaian kinerja selama tahun 2020. Terdapat 4 sasaran utama Dinas Perikanan yakni meningkatnya akuntabilitas kinerja Dinas, dan 3 sasaran meningkatnya pendapatan nelayan, budidaya dan pengolah.

Bersyukur tahun ini meski ada kendala, yakni pemotongan anggaran karena refocusing pandemi Covid-19, target 4 sasaran tersebut tercapai semua. Bahkan ada yang melebihi target yang ditetapkan. Dan juga semua rekomendasi yang diberikan tahun 2019 sudah terpenuhi pada tahun 2020.

Tri berharap pada tahun 2020 penilaian SAKIP bisa mencapai nilai BB. Meskipun target 2020 sudah diturunkan menjadi B. untuk itu hasil review pada kesempatan kali ini akan diperbaiki oleh Dinas Perikanan sesuai arahan Tim SAKIP dari Inspektorat pada hari ini.

Kepala Dinas Perikanan Ikut Terima Vaksin Kedua Pada Program Vaksinasi Covid-19 Di Kapuas Hulu

Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu Roni Januardi.s.Sos.,M.Si terima vaksin Covid-19 yang kedua (5/4/2021). Program dilaksanakan di posko Dinas Kesehatan tersebut juga diikuti oleh Sekretaris Dinas Perikanan dan para Kepala Bidang di Dinas Perikanan.

Sebelumnya Kepala Dinas Perikanan sudah dilakukan vaksin pertama pada bulan maret tahun 2021.

Ditemui di kantornya, Roni menyampaikan demi menjaga kesehatan diri, keluarga dan masyarakat sangat mendukung program vaksinasi. Program yang berikan secara gratis untuk mayarakat khususnya di Kapuas Hulu guna mendukung program pemerintah pusat. Sehingga sebagai aparatur pemenrintah sudah sepatutnya ikut dalam kegiatan tersebut.

Selain itu Roni juga mengerahkan staf Dinas Perikanan agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Karena staf Dinas sering melakukan perjalan baik ke dalam maupun luar daerah. Sering bertemu dengan masyarakat juga. Sebaiknya antisipasi lebih awal guna pencegahan covid-19 di Kapuas Hulu.

Roni juga menyampaikan bahwa vaksin kedua, dirasakan tidak begitu sakit dibandingkan dengan vaksin pertama. Karena vaksin pertama ada rasa ketakutan tersendiri menurutnya. Sehingga setelah merasakan vaksin kedua lebih santai dan nyaman.

KUNJUNGAN WAKIL BUPATI KAPUAS HULU KE DINAS PERIKANAN

Kunjungan Bpk Wakil Bupati Wahyudi Hidayat, STke Dinas Perikanan Hari Jum at pagi (12/3/2021).  Dalam kunjungan nya yang diterima oleh Sekretaris Dinas Perikanan dan beberapa staf  beliau menyapa dan menanyakan keadaan dan suasana kerja, jumlah pegawai baik PNS maupun tenaga kontrak, sarpras pendukung kerja, ketersediaan ruang sholat dan beberapa ruangan lainnya seperti ruang arsip.

Untuk sarana pendukung kerja pegawai agar di data, jika ada kekurangan agar melaporkan kpd beliau. Setiap Kantor OPD sebaiknya menyiapkan ruang sholat untuk para pegawainya. Untuk arsip sebaiknya ditata rapi pada ruangan  tersendiri

Beliau juga memberikan beberapa arahan  terkait disiplin, kinerja, kekompakan dan semangat dalam bekerja.

Dinas Perikanan Ikuti Kampanye Gerakan Berikan Protein Kementerian Kelautan Dan Perikakan RI

Dinas Perikanan dalam hal ini diwakili Sekretaris Dinas Perikanan Triwati,SP.,M.Si Bersama Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan dan Bidang Kelembagaan dan TPI ikuti webinar Peluncuran “Gerakan Berikan Protein” (6/4/2021). Acara yang berlansung satu hari tersebut mengambil tema “Jadi Solusi Hidup Sehat dan Peluang Hilirasi Olahan Perikanan jadi solusi gaya hidup sehat sadar protein sekaligus sebagai upaya untuk hilirisasi hasil olahan perikanan.

Staf Khusus Menteri Koperasi & UKM bidang Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021), mengatakan dunia sedang dihadapkan pada apa yang disebut triple malnutrition, yaitu kerawanan pangan, kekurangan gizi, dan kelebihan berat badan.

“Dalam konteks Indonesia hari ini, kita juga berkepentingan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Maka, hilirisasi produk perikanan sebagaimana dihasilkan melalui proses hidrolisis protein ikan adalah cara kita menunaikan ikhtiar kebangsaan yakni mengurangi angka kemiskinan, menjaga keberlanjutan perikanan, dan menjamin asupan protein sehat untuk masyarakat,” kata Riza yang juga Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Menurut Riza, dengan hilirisasi, nilai keekonomian dari ikan tangkapan nelayan berpeluang meningkat 10 bahkan 100 kali lipatnya. 

“Ini adalah peluang koperasi-koperasi nelayan yang mau berinovasi. Selamat Hari Nelayan!”

Riza mengapresiasi karena bersamaan dengan Hari Nelayan Nasional ke-61 telah dilaksanakan kegiatan peluncuran Gerakan Berikan Protein di Pabrik HPI PT. Berikan Teknologi Indonesia di Eretan Kulon Indramayu.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim, dan sejumlah pejabat dari beberapa kementerian seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Koperasi dan UMKM (Kemenkop), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kantor Staf Presiden (KSP), PT. Kimia Farma (Persero) Tbk., dan PUM Netherlands.

Rangkaian kegiatan launching ini terdiri dari diskusi panel dengan mengangkat tema “Masa Depan Perikanan Indonesia: Kemandirian Protein, Integrasi Hulu-Hilir Perikanan”, displai produk jajanan pasar berprotein tinggi yang bernama Berikan Street Food, serta melakukan tur proses pengolahan Hidrolisat Protein Ikan (HPI).

Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan secara langsung saja, melainkan juga dihadiri secara virtual dari perwakilan pemerintah daerah, dinas perikanan dan kelautan, persatuan nelayan tradisional dan masyarakat umum.

Gerakan Berikan Protein adalah gerakan yang diinisiasi oleh PT. Berikan Teknologi Indonesia yang memiliki misi untuk mengedukasi masyarakat akan protein sebagai upaya untuk mewujudkan integrasi hulu-hilir sektor perikanan sebagai solusi atas masalah gizi, kesejahteraan nelayan dan inovasi produk turunan hasil perikanan.

Riza mengatakan Hari Nelayan Nasional bisa menjadi momentum untuk merefleksikan sudah sejauh apa upaya pengintegrasian hulu-hilir dalam pengelolaan sektor perikanan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat.

“Secara potensi, perikanan Indonesia adalah yang terbesar di dunia dengan menghasilkan 27 miliar dollar AS dimana telah membuka lebih dari 7 juta lapangan pekerjaan,” katanya.

Hanya saja, selama ini perhatian pemerintah dan masyarakat di sektor perikanan dan kelautan baru sebatas pemenuhan sisi hulunya dimana berkaitan dengan proses produksinya saja.

Maka tidak heran jika seringkali kebijakan pemerintah hanya sebatas pemenuhan sarana produksi, seperti jaring, BBM, dan mesin kapal dengan jumlah yang memadai, kualitas yang baik, dan harga yang relatif murah namun jarang membahas mengenai penjaminan sisi hilirnya yakni di bidang pemasaran.

Selama harga ikan masih jatuh bangun (fluktuatif), nelayan tidak akan keluar dari kemiskinan. Nelayan dihadapkan pada kondisi dimana ketika ikan sulit diperoleh, harga ikan melambung tinggi, sedangkan ketika panen, harga ikan menjadi sangat murah.

“Berangkat dari hal itu, perlu adanya komitmen dari berbagai macam sektor pemerintah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya protein ikan dan memulai membiasakan untuk mengkonsumsi protein ikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Dengan begitu nelayan tidak perlu khawatir akan proses pemasaran ikan hasil tangkapannya karena permintaan pasar yang akan terus tinggi.

Masyarakat diharapkan memiliki kesadaran dan pengetahuan yang baik bahwa ikan memiliki kandungan protein mencapai 51,7% dibandingkan protein hewani lainnya dan budaya mengkonsumsi ikan dan produk olahannya menjadi sebuah gaya hidup baru di masyarakat.

Gerakan Berikan Protein adalah gerakan yang memiliki misi untuk mengakomodir kebutuhan hilirisasi  melalui pendekatan edukasi.

Sementara itu Yogie, dalam sambutannya, selaku Founder dari Gerakan Berikan Protein berharap bahwa gerakan ini bisa menjadi inisiatif program edukasi masyarakat tentang kesadaran protein dari ikan namun dikemas dengan cara-cara yang kreatif, ringan dan menyenangkan.