RAPAT KOORDINASI PENYUSUNAN TATA KELOLA DAN PEMANFAATAN SDI BERSAMA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Negara Republik Indonesia melakukan Webinar secara daring pada hari Selasa, 14 Juli 2020. Sebagai pemateri Trian Yunanda, M.Sc ( Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan, KKP) menyampaikan penyusunan pedoman dan tata kelola dan pemanfaatan sumber daya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia di Perairan Darat (WPPNRI-PD). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Dinas Kelautan dan Perikanan se-Indonesia termaksud Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu.

Dalam hal ini Dinas Perikanan diwakili oleh Bidang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan Kecil (P2NK) di ruangan Bidang bersama staf teknis terkait. Menurut Kepala Seksi Perlindungan Nelayan Yulianus Surirondiny, SE.,M.M undangan tersebut disampaikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rangka untuk mengumpulkan permasalahan dan kendala yang ada di daerah masing-masing seluruh Indonesia.  Salah satunya adalah program kegiatan yang tidak termaktub kedalam Permendagri nomor 90 tahun 2019 tentang nomenkaltur program dan kegiatan.

Kasi Perlidungan dan Pemberdayaan Perlindungan Nelayan bersama staf mengikuti webinar

Seperti yang disampaikan oleh pemateri, Julianus menambahkan beberapa kegiatan yang tidak disebutkan kedalam peraturan tersebut antara lain kegiatan Restoking atau penebaran ikan, pengawasan sumber daya ikan, domestifikasi dan kegiatan lainnya yang terkait pengelolaan WPPRI-PD zona 435. Restoking dan Domestifikasi berdasarkan Permendagri nomor 90 tahun 2019 tidak dijelaskan di dalam peraturan tersebut, sedangkan kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan rutin di Dinas Perikanan Kabupaten/Kota. Sementara kegiatan pengawasan selama ini masih menjadi tangungjawab Provinsi dan Pusat sebagaimana yang tercantum di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 9/PERMEN-KP/2020  tentang wilayah pengelolaan perikanan Negara republik Indonesia di Perairan Darat. Sementara untuk di tingkat Kabupaten hanya memfasilitasi kelompok Pokmaswas yang ada diwilayah tersebut. Hal ini berdampak pada gerak yang akan dilakukan oleh Dinas Perikananan di Kabupaten untuk berbuat lebih banyak.

Staf teknis serius mengikuti webinar

Sehingga hasil dari kegiatan tersebut yang juga dihadiri oleh  Andi Bataralifu, M.Si ( Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri) sekaligus sebagai pemateri, akan diusulkan sebagai rekomendasi. Kegiatan-kegiatan yang belum termaktub ke dalam Peraturan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ke Kementerian Dalam Negeri pada pertengahan Agustus sebagai bahan pertimbangan perubahan Peraturan Mendagri nomor 90 tahun 2019.

Sub Program Dinas Perikanan Monitoring Bantuan Tahun 2019 Di Silat Hilir dan Hulu Gurung

Sub Program Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu lakukan monitoring kemanfaatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus maupun Dana Alokai Umum tahun 2019. Kepala Sub Bagian Program Dety Putrisari,S.Pi bersama staf serta didampingi staf teknis Bidang Budidaya Perikanan melakukan wawancara langsung ke anggota kelompok penerima bantuan pada minggu pertama Juli tahun 2020.

Salah satunya kelompok yang dikunjungi adalah kelompok ikan di Desa Bongkong Kecamatan Silat Hilir. Tahun 2019 kelompok yang diketuai oleh Abdul Halim tersebut mendapatkan bantuan berupa bibit ikan gurame beserta pakan ikan ikan.

Ditemui di rumahnya,  Abdul Halim menyampaikan bahwa bantuan barang tersebut diatas benar disalurkan ke kelompok sesuai dengan dana yang sudah dialokasikan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya, termaksud ke 9 anggota lainnya. Halim  mEngucapkan terimakasih atas bantuan paket tersebut karena sangat membantu para pembudidaya ikan seperti bibit ikan gurame beserta pakan sangat membantu terutama untuk mengambangkan ikan gurame. Akan tetapi selama proses pemeliharaan ditemui kendala yang dihadapi seperti ikan mati dan terdapat penyakit ikan. “Kami sudah berupaya dengan melakukan pengobatan tapi tetap saja ikan ada yang mati “ tambah Halim

Berbeda dengan kelompok di Nanga Tepuai maupun Desa Karya Mandiri Kecamatan Hulu Gurung. Seperti yang disampaikan Dety selaku ketua tim monitoring saat itu, tiap-tiap kelompok punya kendala masing-masing. Seperti halnya di Tepuai tambahnya, benih ikan yang dibantu tersebut habis tersapu banjir besar yang melanda Desa maupun Kecamatan pada awal tahun 2020. Banjir besar yang tidak disangka-sangka datang setelah hujan beberapa hari menyebabkan meluapnya sungai di sekitarnya. Meskipun dari wawancara dan tim melihat langsung di lapangan sudah diantisipasi oleh kelompok dengan pagar jaring, tapi debit air yang melebihi batas tersebut tidak dapat dibendung.

Berbeda dengan dua Desa sebelumnya, Desa Karya Mandiri bisa mendulang hasil dengan panen ikan patin dari bantuan Dinas Perikanan sebanyak 1,5 Ton. Berkat kerja keras dan gotong-royong anggota dan masyarakat hasil tersebut sudah dipasarkan dan sebagian di konsumsi untuk anggota dan masyarakat. Rencananya uang yang hasil penjualan ikan akan digunakan untuk membeli benih dan pakan kembali. Sehingga menurut

Dari kegiatan monitoring tersebut, menurut Dety pendampingan kelompok berupa pembinaan perlu di maksimalkan dan lebih intensif. Sehingga Dety Putri Sari berharap ke depan banyak kelompok/ Desa  seperti Desa Karya Mandiri sehingga tujuan Dinas meningkatkan produksi produksi dapat tercapai.    

DINAS PERIKANAN IKUTI ONLINE TRAINING PENYUSUNAN SOP

Dinas Perikanan mengkuti online training penyusunan SOP (standar operasional prosedur) yang diadakan pada senin 22 Juni 2020 oleh Global Relinance International (GRI) di Aula Dinas Perikanan secara daring. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam dipandu oleh Syamsul Arifin sebagai speaker dan diikuti oleh pegawai Dinas Perikanan mulai dari Kepala Bidang, Kasubag/ Kepala UPT hingga staf yang ada di Dinas Perikanan.

SOP sudah menjadi tuntutan dari semua Intansi dalam rangka untuk mempermudah dalam melaksanakan kegiatan. Tentunya menurut Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Triwati,SP.,M.Si tidak semua pegawai Dinas memahami tentang penyusunan SOP yang baik dan benar. “ini salah satunya yang mendasari kami di Dinas Perikanan ikut online training penyusunan SOP” ujar Triwati.

Sehingga ketika ada undangan secara daring tersebut kami langsung mendaftarkan diri. Meskipun dalam kondisi pandemi seperti saat ini tidak menghambat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pegawai di Dinas Perikanan.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, ada beberapa hal penting yang dapat dipetik antara lain ada beberapa tipe SOP seperti naratif, deskriptif, flowchart, serta gabungan flowchart dan deskriptif. Semua tipe bisa digunakan, tapi yang paling baik dan lebi mudah dipahami dan lebih ringkas adalah gabungan flowchart dan deskriptif. Tipe tersebut  dapat mengambarkan proses kegiatan dalam bentuk alur yang mudah dipahami.

Dalam penyusunan SOP sebaik mungkin hindari tipe SOP naratif yang berbentuk cerita panjang dan berparagraf. Sehingga pembaca akan sulit memahami dan tidak sistematis serta kurang menarik bagi pembaca. Tambah Triwati

Triwati menambahkan bahwa setelah training ini, akan dilanjutkan dengan training kepada semua pegawai yang ada terutama untuk  para pemegang jabatan dan staf teknis lainnya. Sehingga kedepan Dinas Perikanan dapat menyusun SOP dengan baik di setiap kegiatan maupun sub kegiatan yang ada pada Dinas. 

Penyuluh Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Peduli Nelayan Terdampak Covid-19

Satuan Administrasi Pangkal Badan Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan ( SATMIKAL BPPP) Tegal penyuluh perikanan Kabupaten Kapuas Hulu melakukan aksi peduli nelayan di Kecamatan Putussibau Utara pada Minggu 10 Mei 2020.

Bekerjasama dengan Statiun PSDKP Pontianak Wilayah Kerja Badau melakukan pembagian makanan untuk nelayan yang berdampak Covid -19. Sebanyak 100 paket makanan dengan lauk berbahan ikan dan ikan kepada nelayan di sekitar sungai Kapuas.

Penyuluh Perikanan membagikan Nasi Ikan Kepada Nelayan

Menurut Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Dora Mokhzadinova,S.St.Pi hal ini dilakukan dalam rangka membantu kepada nelayan yang terdampak Covid 19 dimana pada kondisi saat ini aktivitas sangat dibatasi. “kami sangat senang bisa berbagi, meskipun hanya sekedarnya saja, dan masyarakat yang kami bagikan juga sangat senang merimanya” ujar Dora

Kegiatan Peduli Nelayan Ini juga merupakan kampaye program dari Pemerintah Pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) yakni “Nasi Ikan (Makan Ikan Lawan Corona) yang disampaikan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo dengan himbaunya “Covid-19  belum  ada obatnya, dan upaya pencegahanya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. InsyaAllah dengan makan ikan daya tahan tubuh meningkat. Ayo mulai sekarang makan ikan”.

Begitu juga harapan kami tambah Dora, masyarakat tetap sehat, terjaga kesehatannya dengan makan makanan yang begizi dan seimbang dengan makan ikan contohnya. Kami juga berharap, wabah ini cepat berakhir supaya nelayan bisa beraktivitas seperti biasa.

Antisipasi Corona Virus Dinas Perikanan Lakukan Berbagai Upaya Pencegahan Termasuk Penyemprotan Disinfectan

Mewabahnya virus corona hingga membuat takut semua orang. Penularan yang begitu cepat membuat semua pihak melakukan berbagai cara untuk pencegahannya. 

Dalam rangka mencegah penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang begitu masif dan dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu Nomor 800/646/BKS/D2KP-B  Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan Nomor 800/718/BKS/D2KP-B Tanggal 1 April 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu  Nomor 600/646/BKS/D2KP-B Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu maka Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu  telah melakukan beberapa upaya antara lain 1) Membuat Nota Dinas Kadis yang ditujukan kepada para Kabid Nomor 523.1/137/DKAN/SET-C Tanggal 23 April 2020 Perihal Pembagian Piket Per Bidang/Bagian;  2) Mengatur system kerja dengan pembagian tugas berdasarkan shiff dan atau piket perseksi   dengan form yang telah ditetapkan yang dilengkapi dengan Surat Tugas Nomor 523/138/DKAN/SET-C Tanggal 23 April 2020 Tentang Pembagian Shiff  Aparatur.  Bagi pegawai yang melakukan Work From Home (WFH) harus melaporkan apa yang ia kerjakan yang sudah terakomodir dalam form yang dibagikan ;

3) Membuat Surat Edaran Kepala Dinas Nomor 523/142/DKAN/SET-C Tanggal 1 April 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu;  4) Memperpanjang pengaturan system kerja sampai dengan tanggal 21 April 2020 yang dilengkapi Surat Tugas Nomor  523/148/DKAN/SET-C Tanggal 1 April Tentang Pembagian Shiff  Kerja Aparatur;

5) Menyiapkan wadah air mengalir yang dilengkapi sabun pencuci tangan di depan kantor; 6) Menyiapkan hand sanitizer pada meja di pintu masuk kantor dan di setiap ruangan bahkan menganjurkan agar setiap pegawai agar selalu membawa hand sanitizer ke manapun perginya; 7) Melakukan penyemprotan disinfectan  ke seluruh ruangan, gagang pintu, meja kursi serta perlengkapan kantor lainnya serta 8) Dalam melakukan rapat selalu dibatasi jumlah orang dan di atur agar duduknya berjauhan (Social distancing).  Hal ini dilakukan untuk mengantiapsi penularan virus yang sangat mematikan tersebut.  

 “Kami berusaha sebaik mungkin untuk pencegahan penularan virus tersebut”.    Dan kami berharap wabah virus ini segera berakhir” Tambah Triwati

Dinas Perikanan Pantau Harga Ikan di TPI Saat Wabah Corona

Wabah Corona Virus ini sedang melanda di Indonesia hingga tak luput sampai ke Kabupaten Kapuas Hulu. Tentunya hal tersebut akan berdampak dengan aktivitas nelayan di TPI (Tempat Pelalangan Ikan) dalam rangka ketersediaan Ikan di pasar. Untuk itu Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu melalui Seksi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) melakukan pemantauan secara langsung di TPI, Selasa (31/3/20).

Penyerahan Tong Air untuk tempat cuci tanggan di TPI yang diwakili oleh Kasi Pengelolaan TPI Muhammad Ridwan, S.IP.,M.AP

Mohammad Ridwan, S. IP., M. AP selaku Kepala Seksi TPI mengatakan hingga saat ini aktivitas di TPI Jongkong berjalan seperti biasanya. Nelayan masih melakukan bongkar muat di TPI tersebut dengan harga yang sama seperti biasa.

 “Tidak ada kenaikan harga di TPI selama ada kabar virus korona tersebut” Tambah Ridwan.

Bersama Pemerintah Desa Jongkong Pasar disaat yang sama juga melakukan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan TPI. Untuk mengajak para penjual dan pembeli untuk memperhatikan kebersihan diri dengan cara mencuci tangan sebelum maupun sesudah kegiatan jual beli.

Atas kerjasama keduanya maka sudah disiapkan tempat mencuci tangan. Dengan tong kapasitas besar beserta wastafel sudah disiapkan di area TPI.

Selain ikhtiar, dalam kesempatan inspeksi atau pemantauan lapangan, Pihak Dinas Perikanan dalam hal ini Bidang KTPI melalui Kasi TPI bersama Pengelola TPI Jongkong dan para pengumpul beserta nelayan setempat yang hadir di tempat pelelangan Ikan Jongkong melakukan Doa dan Yasinan bersama, bermohon pada sang Tuhan yang Maha Esa agar wabah Covid 19 cepat selesai atau tidak sampai semakin menyebar luas.

Junaidi (Petugas TPI Jongkong) memimpin pembacaan doa dan yasinan bersama dI TPI

Ridwan juga menambahkan “Setiap hari petugas TPI akan memberikan imbauan kepada pelaku yang melakukan altifitas di TPI untuk terus menjaga kebersihan dan terus melaporkan perkembangan ketersediaan serta harga ikan secara berkala”.

Juga dalam kesempatan tersebut, Kasie TPI saat memberikan semacam sambutan menyampaikan pesan Kepala Dinas Perikanan tentang Pentingnya mematuhi aturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah perihal langkah antisipatif dalam menghadapi kondisi penyebaran Covid19.

PEJABAT ESELON III dan IV TANDATANGANI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020

Dinas Perikanan melakukan Penandatanganan perjanjian kinerja eselon III dan IV tahun 2020. Kegiatan tersebut dilakukan di Aula Dinas Perikanan pada hari selasa 18 Februari 2020. Penandatanganan dilakukan beberapa tahap yaitu  tahap pertama penandatangan antara Kepala Dinas Perikanan Roni Januardi,S.Sos.,M.Si dengan eselon III dan Kepala UPT BI Kelansin.

Sebelum dilakukan penandatanganan, perjanjian kinerja masing-masing pejabat dibacakan terlebih dahulu oleh pembawa acara. Penandatanganan perjanjian kinerja dimulai antara Kepala Dinas dengan Sekretaris  Triwati,SP.,M.Si,  secara berturut-turut diikuti penandatanganan perjanjian kinerja antara Kepala Dinas dengan Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sulaiman, S.PKP.,MM, Kepala Bidang Kelembagaan dan Tempat Pelelangan Ikan Sukiman,S.Pi.,M.Si, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan Kecil Abdul Gani Rasyid,S.Pi dan Kepala Dinas dengan Kepala UPT Benih Ikan Kelansin Abang Zulkifli.,S.Pi.,M.Si.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja dilanjutkan antara pejabat Eselon III dengan Eselon IV. Dimulai antara Sekretaris Dinas dengan 3 Kepala Sub Bagian yakni Kepala Sub. Bagian yakni Keuangan Darniyati, Kepala sub Bagian Program Dety Putrisari, S.Pi dan Plh Kepala Sub Bagian Umum dan Aparatur Utin Suhaida,SE  

Disusul dengan penandatanganan PK antara Kepala Bidang Perikanan Budidaya dengan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan Ismail Ramadhan,S.Pi dan Kepala Seksi Pengelolaan Pembudidaya Ikan Ruslan Sutrisna,S.Pi.,M.Si.

Kemudian tahap berikutnya antara Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan Kecil dengan Kepala Seksi Pemberdayaan Nelayan Kecil Harti Sunthari, S.Pi.,MM dan Kepala Seksi Perlindungan Nelayan Kecil Yulianus Surirondiny, S.Pi.,MM.

Terakhir antara Kepala Bidang Kelembagaan dan Tempat Pelelangan Ikan dengan Kepala Seksi Kelembagaan Hermiwati, S.Pi dan Kepala Seksi Tempat Pelelangan Ikan Mohammad Ridwan,S.IP.,M.AP

Penandatanganan perjanjian kinerja antara pejabat Esellon II,III dan IV di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu dihadiri dan disaksikan oleh semua pegawai lingkup Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu. Acara ditutup dengan sambutan Kepala Dinas Perikanan Roni Januardi,S.Sos.,M.Si mengharapkan bahwa Perjanjian Kinerja / Indikator Kinerja Individu (IKI) disusun sampai level staf dan ditandatangani pada momen acara yang sama seperti penandatangan saat ini. Sehingga ada tangungjawab yang jelas dari masing-masig staf dan beban tangung jawab dapat terbagi habis, demikian mempermuah dilakukannya moniotoring dan evaluasi kinerja. Diharapkan Roni tahun 2020 kinerja Dinas Perikanan dapat meningkat sesuai dengan indikator kinerja utama untuk meningkatkan pendapatan nelayan, pembudidaya dan pengolah menjadi lebih baik. Tentunya hal tersebut tidak luput dari kerjasama dan dukungan semua pegawai yang ada di Dinas Perikanan sehingga apa yang sudah direncanakan dapat tercapai/ terelisasi sesuai target yang ditetapkan. Imbuh Roni

KELOMPOK PENGERAK PKK DESA PINANG LAKA PANEN RAYA

Pembukaan tahun 2020, Dusun Repun Desa Pinang Laka, Kec. Pengkadan melakukan panen raya. Tepat pada  tanggal 31 Desember 2019 dan 10 Januari 2020 kelompok Pengerak PKK Arwana Desa Pinang Laka Kecamatan Pengkadan  melakukan panen ikan bawal dan Nila sebanyak 500 kg dan  Patin sebanyak 860 kg.

Berawal dari bantuan benih ikan tahun 2018 oleh Dinas Perikanan melalui Bidang Budidaya Perikanan. Kelompok Pengerak PKK Desa Pinang Laka mendapat bantuan bibit ikan Nila,Bawal dan Patin yang ditebar di dua kolam. Sejak itu Pokdakan yang diketuai oleh ibu Ruslaini yang beranggotankan 60 orang tersebut membudidayakan ikan hingga besar dan siap dipanen.

Ibu- ibu anggota kelompok secara gotong-royong panen ikan bawal, nila dan paten

Meskipun terdiri dari ibu-ibu semua anggota ikut turun melakukan panen secara manual dengan mengunakan jaring. Carannya air kolam dikeringkan terlebih dahulu melalui pipa mmbuangan. Setelah setengah kering baru ikan tersebut dipanen bersama-sama. Semua orang turun tumpah ruah untuk melakukan panen ikan Nila, Bawal dan Patin tersebut.  

Ruslaini menambahkan dalam mengelola kolam sehari – hari pemeliharaan ikan dilakukan dengan swadaya kelompok. Dimana setiap anggota diberikan jadwal secara rutin untuk memberikan pakan dan mengamati ikan dan kondisi air. Semua dilakukan dengan baik dan bertantuggungjawab oleh anggota tim.

Hasil panen ikan tersebut ada yang dijual dan sebagian dibagikan ke anggota. Ikan yang dijual rencananya menurut ketua kelompok akan digunakan untuk mengadakan bibit ikan kembali. Sisanya dibagikan ke anggota kelompok untuk konsumsi.  

DINAS PERIKANAN : LOKAKARYA PEMETAAN POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN BUDIDAYA AIR TAWAR

Dinas perikanan melalui bidang perikanan budidaya melakukan loka karya pemetaan potensi air tawar bertempat di Aula Dinas Perikanan, selasa 12 November 2019. Dalam hal ini Dinas Perikanan melalui kerjasama dengan pihak ketiga yakni PT Media Karsa Pratama yang akan melakukan kajian pemetaan. Acara berlangsung selama sehari tersebut dibuka langsung oleh Roni Januardi, S.Sos .,M.Si selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh stakeholder seperti Bapedda Kapuas Hulu, Dinas Pemerintahan Desa, para Kepala Bidang dan Kasi serta Kasubag di lingkup Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu.

Berdasarkan laporan pendahuluan oleh tim Tenaga Ahli PT Media Karsa Pratama bahwa potensi  Kabupaten Kapuas Hulu dengan luas 29.842 Km2  terdiri dari daerah teresterial dalam lahan tegenang berupa perairan umum (390.000 ha), sawah (35.997 ha) dan daerah genangan lainnya. Terdapat 11 Kecamatan berpotensi untuk pengembsngan budidaya keramba dan 5 Kecamatan berpotensi untuk kolam dan Minapadi. Namun sampai saat ini belum dilakukan pemetaan potensi, sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan mengunakan salah satu metode yakni Focus Group Discussion (FGD) pada hari ini, diharapkan ada pick back dari stakeholder yang hadir. Seperti dari pihak BAPEDDA sebagai induk perencanaan Daerah mejadi hal yang penting supaya ada sinkronisasi perencanaan daerah yang akan direncanakan pada hari ini. Sehingga diharapkan akan tergambar data potensi dan permasalahan budidaya air tawar di Kabupaten Kapuas Hulu. Hasil dari kegiatan FGD nantinya akan dilanjutkan dengan survey lapangan untuk melihat langsung kondisi sebenarnya di Kecamatan sampel.

Selain melakukan kajian kondisi tofografi, fisik dan lahan, juga dilakukan wawancara langsung dengan masyarakat yang ada di lokasi dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat. Sehingga kerjasama dengan Dinas Pemerintahan Desa menjadi pendukung dalam memberikan data dan informasi kondisi secara umum di lapangan. Akhir dari loka karya ini nantinya akan dilakukan seminar akhir hasil pemetaan potensi pengembangan kawasan budidaya.  

PELATIHAN DISVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN PERIKANAN DI KECAMATAN SELIMBAU

Dinas Perikanan melalui program Penguatan Daya Saing melakukan kegiatan pelatihan disversifikasi produk olahan ikan di Desa Dalam Kecamatan Selimbau, 2 – 3 Oktober 2019. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Dalam diikuti oleh 20 orang peserta terdiri dari dua Desa yakni Desa Dalam dan Desa Gudang Hilir Kecamatan Selimbau, Kapuas Hulu. Para peserta yang terdiri dari pelaku usaha perikanan khususnya pengolah hasil perikanan dilatih untuk membuat produk antara lain Abon Ikan,  Nugget dan Spring Roll.

Foto bersama peserta dan Narasumber setelah pembukaan pelatihan

Tentunya ini bukan produk baru, namun baru mulai dikembangkan di Kabupaten Kapuas Hulu. Pemilihan tiga produk tersebut bertujuan untuk menganekaragam jenis olahan ikan . karena selama ini di Kabupaten Kapuas Hulu dikenal dengan produk unggulan seperti kerupuk basah, kerupuk kering, ikan asin maupun ikan asap (salai). Sehigga ada variasi produk yang bisa masuk ke pasar tradisional maupun mini market.

Dalam pelatihan kali ini jenis ikan yang digunakan adalah daging ikan toman sebagai bahan baku utama. Hal ini disebabkan karena stok ikan toman di Kapuas Hulu selalu tersedia. Selain itu kualitas daging ikan Toman lebih baik dibandingkan jenis ikan yang lain. Misalkan untuk membuat abon, serat ikan toman lebih bagus dan rasas.nya lebih manis dan segar.

Pembagian sertifikat kepada para peserta pelatihan

Seperti yang disampaikan oleh Hermiwati,S.Pi Kepala Seksi Kelembagaan dengan adanya pelatihan membuat keanekaragaman olahan yang berbahan dasar ikan bisa dijadikan produk lain. Sehigga dengan adanya produk diversfikasi tersebut bisa menarik minat anak – anak maupun orang dewasa untuk mengkonsumsinya setiap hari sebagai cemilan atau sebagai lauk pendamping nasi. Diharapkan juga peserta yang sudah dilatih bisa menjadi terampil. Selain itu produk yang sudah dilatih tersebut juga diharapkan bisa di produksi secara terus menerus. Sehinga bisa menambah pendapatan pelaku perikanan khsusnya para pengolah.