DISKAN KH ikut Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu melalui Kasubbag Umum dan Aparatur Mohammad Yamin mengikuti Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi, Bersih, Melayani (WBBM) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu bertempat di Aula Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (23/8/2023).

Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, Inspektur Pembantu Provinsi Kalimantan Barat, Inspektur Kabupaten Kapuas Hulu dan Sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Roni Januardi, S.Sos., M.Si mengatakan dalam sambutannya pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih adalah upaya kita bersama untuk mengakselerasi tercapainya tujuan-tujuan reformasi birokrasi yakni meningkatkan kapasitas organisasi dan mewujudkan instansi yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Pembangunan Zona Integritas menuju wilayah Birokrasi Bersih dan wilayah bebas dari korupsi adalah tindak lanjut dari Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 yang mengatur tentang Pelaksanaan Reformasi Birokrasi” Tambah Staff Ahli

Inspektur Kabupaten Kapuas Hulu Bung Tomo, S.Hut., M.M mengatakan zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) melalui Reformasi Birokrasi (RB).

“Empat OPD yang terpilih dalam pembangunan Zona Integritas (ZI) berdasarkan Keputusan Bupati yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, dan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana” tutup Inspektur.

Dinas Perikanan Ikuti Entry Meeting Evaluasi SAKIP, RB, dan ZI tahun 2023

Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu melalui Sekretaris Dinas Perikanan mengikuti kegiatan Entry Meeting Evaluasi SAKIP, RB, dan ZI tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB) secara Live Streaming di Ruang Multimedia Dinas Perikanan, Rabu (2/7/2023). Dinas Perikanan tergabung bersama Instansi Pemerintah seluruh Indonesia yang menjadi sasaran objek evaluasi dari KEMENPANRB.

Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan tiga hal terkait pelaksanaan Evaluasi SAKIP, RB, dan Zi tahun 2023. yang Pertama, sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yaitu fokus evaluasi sakip 2023 akan lebih menekankan kepada upaya mengenai kemiskinan ekstrim. Yang Kedua, saat ini dengan adanya proses simplifikasi evaluasi RB yang lebih berdampak maka bapak ibu tidak lagi disibukkan dengan penilaian mandiri, Penilaian RB general akan dilakukan oleh Kementerian lembaga pada tingkat Meso. yang ketiga, saat ini zona integritas mengedepankan pada efektivitas Pengendalian internal dalam mengenali potensi risiko integritas, risiko terkait pencapaian kinerja utama, Serta adanya perbaikan pelayanan publik.

Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan. Erwan Agus Purwanto mengatakan tujuan akhir dari roadmap RB adalah terwujudnya birokrasi yang berkelas dunia atau World Class Bureaucracy dengan ciri-ciri birokrasi kita bebas dari KKN dan Punya akuntabilitas yang tinggi, pada akhirnya birokrasi kita diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang Prima bagi masyarakat kita.

Dinas Perikanan Fasilitasi Sosialisasi Perizinan Pemanfaatan Jenis Ikan Arwana Yang dilaksanakan oleh BPSPL Pontianak

Dinas Perikanan Fasilitasi Sosialisasi Perizinan Pemanfaatan Jenis Ikan Arwana yang dilaksanakan oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Sosialisasi yang berlangsung pada hari Rabu, 22 Desember 2021 dilaksanakan sacara online dan ofline yang dipusatkan di aula Dinas Perikanan. Acara tersebut dihadiri oleh  Para Kepala Bidang lingkup Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, beberapa camat,  PPBC Badau, Wilket PSDKP Kab Kapuas Hulu, Asosiasi Penangkaran Pedagang Siluk (APPS) Kalimantan Barat, pembudidaya Arwana,Penyuluhan Perikanan,  Sedangkan secara online juga dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, PSDKP Pontianak, Balai KIPM Pontianak dan Entikong serta beberapa pengusaha arwana.

Acara dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Perikanan Kapuas Hulu yang diwakili oleh Sekretatis Triwati,SP.,M.Si. Dalam sambutannya Triwati menyampaikan hingga saat ini jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) yang memelihara arwana sebanyak  800 orang dengan luas wadah 166.652 m2.

Triwati menambahkan ada dua lokasi yang masih alami produksi ikan Arwana di alam yakni di Danau Merebung desa Melemba Kec Batang Lupar dan Danau Empangau, Kec Bunut Hilir.

Ikan Arwana produksi Kapuas Hulu adalah yang terbesar di Kal Bar namun PAD untuk Kab Kapuas Hulu belum ada sama sekali, hal ini disebabkan regulasi atau aturan yg ada tidak mendukung untuk income PAD bagi Kabupaten Kapuas Hulu sendiri. Untuk itu harapannya dari BPSPL dapat menyampaikan hal ini ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI spy ada kebijakan bagi daerah asal ikan tersebut untk mendapatkan PAD.

Selain itu potensi ikan belidak sudah mulai berkurang, akan tetapi permintaan ikan belidak untuk pembuatan kerupuk basah masih tinggi, di satu sisi ikan belidak dilindungi namun di sisi lain blm ada usaha pembudidayaan maupun restocking yg disebabkan blm tersedianya bibit belida. Oleh sebab itu diharapkan ada upaya kerja sama alih teknologi pemijahan / pembibitan di Kab Kapuas Hulu yg diinisiasi olh Dirjen PRL KKP RI  Sehingga ada tenaga dari UPT Balai Ikan Kelansin bisa dilatih dalam pemijahan ikan Belidak.

Kemudian dilanjutkan dengan  arahan dan pembukaan oleh Kepala BPSPL Ir. R. Andry Indryasworo Sukmoputro, MM. Permen KP 1 tahun 2021 tentang Arwana yang termaksud kedalam dilindungi penuh dan terbatas. Bedasarkan Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Jenis Ikan Yang Dilindungi. Menetapkan jenis ikan yang dilindungi dengan status perlindungan penuh terhadap 19 jenis ikan salah satunya Scleropages formosus (arwana merah atau silok kalimantan), Chitala borneensis (belida borneo) dan Chitala lopis (belida lopis yang ada di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Dan satu Ikan Arwana Irian status dilindungi tertentu dan terbatas.

Mendorong para pelaku usaha untuk mengikuti alur-alur perijinan yang sesuai standar pada nomor 10 tahun 2021 tentang standar kegiatan usaha dan produk pada penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis resiko sektor kelautan dan perikanan. 

Untuk mempermudah dalam melakukan perijinan BPSPL Pontianak sudah menyiapkan E-SAJI sebagai sarana untuk melakukan kegiatan dalam perdagangan ikan Arwana. dalam aplikasi tersebut sudah dengan mudah dan dapat melakukan laporan dan pertanyaan tentang layanan dan pengaduan.

Sebelum diskusi juga dilakukan pemaparan materi oleh oleh KKP Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Laut Riris Sudarisman, S Pi. M. Si tentang kebijakan pemanfaatan jenis ikan dilindungi dan atau masuk Apendiks CITIES.

Dinas Perikanan Melakukan Seminar Akhir Kajian Potensi Bahan Baku Lokal Pakan Ikan di Kecamatan Semitau dan Suhaid

Seminar akhir kajian potensi bahan baku lokal pakan dalam mendukung budidaya ikan Kecamatan Semitau dan Suhaid di aula Dinas Perikanan Kapuas Hulu (15/12) oleh Dinas Perikanan dengan bekerjasama PT Media Karsa Pratama sebagai tim analisis kajian. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Perikanan Budidaya tersebut dihadiri Asisten II Bagian Ekonomi Bahtiar,SP.,M.Si, Kepala Dinas Perikanan Roni Januardi,S.Sos.,M.Si, Sekretaris Dinas Perikanan, Para Kabid, Kasi dan Kasubag Dinas Perikanan, OPD terkait Dinas Pertanian, Bapedda dan PTSP, Camat atau yang mewakili Semitau dan Suhaid serta Kepala Desa Nanga Suhaid dan staf Dinas Perikanan.  

Sambutan Kadis Perikanan Roni Januardi,S.Sos.,M.Si menyampaiakan bahwa sektor perikanan memiliki potensi sungai, danau dan rawa 390.000 Ha di Kapuas Hulu. sawah 35.997 Ha merupakan sarana budidaya ikan secara minapadi memberikan semangat bagi para petani.  Akan tetapi permasalahan hingga saat ini hasil produksi budidaya belum memenuhi kebutuhan konsumsi ikan, hanya , 22% dari perikanan budidaya, perikanan tangkap 20% dan sisanya dari luar daerah.  

hasil laporan dari analisis terdapat 55 – 65% dari produksi budidaya dihabiskan untuk pakan ikan. Untuk menekan biaya pakan perlu penyediaan pakan berbahan baku lokal. Namun permasalahannya potensi bahan belum diketahui sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga tidak dapat sudah dilakukan pelatihan-pelatihan. Sehingga menjadi latar belakang kajian pada hari ini.  

Menutup sambutannya Roni berharap dengan langkah kecil yg dilakukan, dapat memberikan manfaat bagi pembudidayaan ikan di Kapuas Hulu.

Assiten II Bahtiar,SP.,M.Si membuka acara Seminar Akhir Kajian potensi bahan baku lokal pakan ikan

Acara dibuka langsung oleh Asisten II Bagian Ekonomi Bahtiar,SP.,M.Si dengan sambutannya menyampaiakan bahwa bahan lokal yang akan dijadikan pakan buatan tersebut bahan yang mudah di dapatkan di Kapuas Hulu khususnya di Kecamatan Semitau dan Suhaid.

 Selain itu Bahtiar menambahakan bahan baku potensi lokal tersebut dapat berkelanjutan dan di produksi oleh masyarakat secara mandiri. Sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sebagai tujuan akhir program. Sehingga kedepan dibutuhkan teknologi pakan ikan dengan inovasi sebagai bahan pertimbangan untuk kajian OPD terkait.

Bahtiar juga menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kapuas Hulu  65,66 % masih dalam 10 besar di Kalbar. Dengan harapan salah satunya dari pendapatan ekonomi sektor perikanan dapat meningkatkan pendapatan pembudidaya ikan untuk mendukung IPM di Kapuas Hulu.

Dilanjutkan dengan penyampaian hasil seminar hasil oleh Dr. Ir. Eko Dewantoro, M. Si yang juga sebagai Pengajar pada Universitas Muhammadiyah Pontianak menyampaikan bahwa hasil kajian potensi bahan baku hewani penghasil protein untuk bahan baku ikan yang terdiri dari tepung ikan 875,18 ton, tepung kepala ikan 59.616 kg, tepung tulang ternak 23.531 kg, tepung darah ternak 19.070 kg dan tepung bulu ayam 42.853 kg yang tersebar di Kapuas Hulu.

Sementara untuk potensi bahan baku nabati untuk bahan baku ikan terdiri dari dedak halus, biji -bijian buah lokal durian dan Nangka dapat menjadi alternatif dalam menambah karbohidrat.

Sebagai rekomendasi perlu dilakukan pembuatan pakan di sentra produksi budidaya untuk sekala kecil di Semitau atau Suhaid dan di sentra penghasil bahan baku khusus di Putussibau untuk sekala besar. Untuk itu Dinas Perikanan bersama stakeholder lainnya perlu menjabatani antara calon/pelaku usaha pembuatan pakan ikan dan penyedia bahan baku apak dapat tersedia secara kontinyu.

Dinas Perikanan Melakukan Pelatihan Budidaya dan Pakan Ikan bersama Amggota DPRD Kapuas Hulu di Desa Semitau Hulu

Dinas Perikanan melalui Bidang Perikanan Budidaya melakukan pelatihan budidaya dan pembuatan pakan ikan di Desa Semitau Hulu Kecamatan Semitau selama dua hari Jumaa’t hingga Sabtu di Aula Kecamatan Semitau (10-11/12/2021). Kegiatan tersebut merupakan kerjasama dengan salah satu anggota DPRD Kapuas Hulu Bapak Chairani B.Sc melalui dana aspirasi Dewan tahun 2021.

Kegiatan yang dilakukan selama dua hari tersebut diikuti oleh kurang lebih 25 peserta yang merupakan pembudidaya ikan di Desa Semitau. Juga dihadiri oleh Camat atau yang mewakili, Kepala Desa dan perangkat Desa Semitau Hulu, Kecamatan Semitau. Hari pertama penyampaian materi dari Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sulaiman,S.PKP.,MM mengenai kebijakan pengembangan perikanan budidaya di Kabuapten Kapaus Hulu, dilanjutkan dengan Kepala Seksi Pengelolaan Pembudidayaan Ikan Abang Zulkifli,S.Pi.,M.Si, Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan Ismail Ramadhan,S.Pi, serta staf teknis di bidang tersebut.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sulaiman,S.PKP.,MM bersama Anggota DPRD Kapaus Hulu Cahirani,B..Sc dan peserta pelatihan budidaya dan pakan ikan

Hadir juga secara langsung Chairani,B.Sc anggota DPRD Kapuas Hulu dalam sambutnya berterimakasih kepada Dinas Perikanan sudah bekerjasama. Chairani berpesan kepada kelompok untuk terus mengembangkan apa yang sudah dilatih pada saat ini. Dengan harapan kelompok yang usdah dibantu bisa eksis dan mandiri. Selain itu hasil yang dikembangkan dapat menambah penghasilan rumah tangga. Semoga tahun-tahun berikutnya dapat bekerjasma Kembali tentunnya dengan peserta dan Desa yang berbeda.

Dilanjutkan pada hari kedua praktek pembuatan pakan buatan (pelet) dalam hal ini mengundang narasumber dari PDD Polnep Kapuas Hulu Dosen Perikanan. Selama kegiatan berlangsung peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Seperti yang diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat menjadi bekal dan tambahan ilmu dalam pengembangan usaha.  

Sebagai  salah satu program unggulan, sektor perikanan mendapat perhatian yang serius dari pemerintah agar secepatnya dapat memberikan dampak bagi percepatan ekonomi daerah. Namun demikian, bagaimanapun kuatnya semangat membangun tanpa dibarengi dengan upaya membuka diri serta mempromosikan potensi serta peluang investasi daerah, akan berakibat kepada rendahnya kinerja mesin penggerak pembangunan.

Untuk itu Sulaiman,S.Pi.,MM selaku Kepala Bidang Perikanan Budidaya dalam penyampaian materi sekaligus mewakili Dinas Perikanan berharap dengan tambahan ilmu dan pengalaman pembudidaya dapat mengambil peluang usaha bidang budidaya baik sekala mikro maupun besar (ekspor).

Dinas Perikanan bersama Anggota Dewan DPRD Kapuas Hulu Melakukan Pelatihan Disversifikasi Olahan Hasil Ikan di Desa Semitau Hulu

Dinas Perikanan melalui Bidang Kelembagaan dan Pengelolaan TPI dalam hal ini Seksi Kelembagaan melakukan pelatihan disversifikasi olahan hasil perikanan di Desa Semitau Hulu Kecamatan Semitau (28/11). Bekerjasama dengan salah satu anggota DPRD Kapuas Hulu Bapak Chairani B.Sc melalui dana aspirasi Dewan tahun 2021.

Chairani,B.Sc yang ikut langsung pada kegiatan tersebut berterimakasih kepada Dinas Perikanan sudah bekerjasama. Dalam sambutnya Chairani berpesan kepada kelompok untuk terus mengembangkan apa yang sudah dilatih pada saat ini. Dengan harapan kelompok yang usdah dibantu bisa eksis dan mandiri. Selain itu hasil yang dikembangkan dapat menambah penghasilan rumah tangga. Semoga tahun-tahun berikutnya dapat bekerjasma Kembali tentunnya dengan peserta dan Desa yang berbeda.

Peserta pelatihan membuat salah satu produk diversifikasi hasil olahan ikan

Pelatihan disversifikasi produk olahan hasil perikanan dihadiri Sekretaris Camat Semitau Wan Meyadi.S.AP dan Kepala Desa Semitau Hulu yang diikuti oleh 20 orang dengan Narasumber Aries Nur Sejati,A.Md (staf Dinas Perikanan). Peserta yang merupakan pengolah hasil perikanan. Biasanya peserta dalam keseharian membuat produk olahan lokal khas Kapuas Hulu seperti kerupuk basa, kerupuk kering dan ikan asin.  

Para peserta sangat antusias karena baru pertama kali mendapatkan ilmu baru mengolah hasil perikanan dengan produk lain (Disversifikasi) yakni berupa naget, abon dan spiringroll. Meskipun dalam kondisi banjir yang tengah melanda beberapa Desa di Kecamatan Semitau peserta tetap semangat.

Hermiwati,S.Pi selaku Kasi Kelembagaan yang menangani kelompok pengolahan berharap bisa bekerjasama dengan anggota Dewan dan dapat melatih lebih banyak lagi peserta.

Wakil Bupati Kapuas Hulu Panen Benih Ikan Arwana di UPT BI Kelansin

Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat,S.T melaksanakan panen ikan arwana di UPT Kelansin Dinas Perikanan. Sebanyak 35 ekor benih ikan arwana yang berhasil dipanen pada kesempatan tersebut, Kamis (14/10/2021). Didampingi ketua GOW Ny Via Oktaria bersama Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Khairudin,S.Pd. sementara Dinas Perikanan dalam hal ini dihadiri Sekretaris Dinas Perikanan Triwati ,S.P.,M.Si, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sulaiman,S.PKP.,M.M dan Kepala UPT BI Kelansin Ruslan Sutrisna,S.Pi.,M.Si.

Wakil Bupati Kapuas Hulu Bersama Istri melakukan panen benih ikan Arwana di UPT BI Kelansin

Wakil Bupati sangat mengapresiasi program budidaya ikan hias seperti ikan Arwana di UPT BI yang dikelola oleh OPD Pemerintahan Kapuas Hulu. Karna menurutnya ikan tersebut adalah ikan endemik yang identik dengan Kapuas Hulu harus bisa dikembangkan dan lestarikan serta bisa menjadi nilai tambah pendapatan asli daerah.

Pada kesempatan yang sama Ruslan Sutrisna Kepala UPT BI Kelansin yang baru dilantik beberapa pekan yang lalu menyampaikan kegiatan panen ikan arwana bertujuan untuk mengekspose bahwa UPT BI Kelansin tidak hanya memproduksi benih ikan konsumsi namun juga sudah memproduksi ikan arwana secara rutin setiap tahun. Yang pasti menurutnya Arwana yang dikembangkan oleh UPT BI sudah bersertifikat dan mempunyai sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB).     

 Selain ikan Arwana juga terdapat ikan endemik lainnya yang memiliki nilai jual seperti ikan Ringau, Ulang Uli, Botia dan ikan Semah. Ikan-ikan tersebut sudah mulai dikembang pada beberapa tahun lalu. Pengembangan ikan edemik tersebut akan terus dikembangkan untuk pelestarian atau program restoking pada kegiatan Dinas Perikanan.  

Foto Bersama Wakil Bupati Kapuas Hulu bersama Ketua GOW, Wakil DPRD, Sekretaris. Kabid Budidaya, Kepala UPT dan staf UPT BI Kelansin

Sebagai kegiatan yang masih menjadi proritas UPT BI adalah menyiapkan benih ikan konsumsi yang banyak diminati oleh masyarakat. Untuk itu disampaikan bahwa produksi ikan konsumsi sudah berjalan dengan baik guna memenuhi kebutuhan stok benih ikan di Kapuas Hulu. Dimana hasilnya disampaikan secara berkala ke Dinas Perikanan sebagai retribusi. Dengan betambahnya spesies ikan Arwana dan ikan hias endemik lainnya dapat mendapah PAD sektor perikanan.

Ruslan yang sudah berpengalaman pernah menjabat sebagai kepala UPT BI berharap kedepan akan dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas benih. Seperti perbaikan dan pengadaan induk yang berkualitas, sehingga induk yang sudah tidak produktif akan dipisahkan serta perbaikan fasilitas seperti kolam maupun peralatan laboratorium lainnya.

Sekretaris Dinas Perikanan Mengikuti Rapat Persiapan Launching KAPAHE dan Peresmian Demplot Pusat Pengembangan Pertanian Organik Terpadu di Desa Kelakar Kec Hulu Gurung

Sekretaris Dinas Perikanan Triwati,SP.,M.Si mengikuti rapat Persiapan Lapangan dalam rangka kegiatan Launching KAPAHE dan Peresmian Demplot Pusat Pengembangan Pertanian Organik Terpadu di Desa Kelakar Kec Hulu Gurung, Jum’at (23/9/2021). Kegiatan terdiri dari rapat Tim dengan Camat dan Kepala Desa yang masuk dalam Wilayah kerja KAPAHE dan peninjauan lapangan kebun dan penyulingan serai wangi

Kegiatan dihadiri oleh Tim dari Kabupaten, WWF wilayah kerja Kab Kapuas Hulu, Camat Hulu Gurung dan Camat Pengkadan serta para Kepala Desa wilker KAPAHE, Pengurus Koperasi yang menaungi kebun dan penyulingan serai wangi.

Hasil yang disimpulkan dari kegiatan tersebut antara lain akan dibentuk tim kecil terutama yang akan menangani kegiatan persiapan di lapangan. Selanjutnya akan dibuat  grup whatshap Tim KAPAHE terkait kegaitan launcing/  puncak nantinya.

Untuk judul kegiatan launching/ puncak akan didiskusikan kembali dalam wa group. Kegiatan besarnya terdiri dari ekspos KAPAHE, sambutan Bupati, perpanjangan /  penanda tanganan MOu antara Koperasi dan perusahaan untuk produk sulingan serai wangi, visualisasi kegiatan KAPAHE dan peninjauan display rencana dan hasil kegiatan KAPAHE.

Kegiatan dilanjutkan dengan panen dan penyulingan serai wangi serta peresmian dan peninjauan Demplot Pusat Pengembangan Pertanian Organik Terpadu. Adapun jadwal waktu dan susunan acara/kegiatan akan dikomunikasikan dan dikoordinasikan dengan Bupati dan protokoler Sekretaris Daerah.  

Sekretaris Dinas Perikanan Kapuas Hulu Mengikuti Program Cagar Biosfer Kabupaten Kapuas Hulu

Sekretaris Dinas Perikanan Triwati,SP.,M.Si mengikuti diskusi rencana program Cagar Biosfer pada (17/9/2021) di ruang rapat ketua Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan yang dikoordinir oleh Balai Taman Nasional Betung Kerihun Danau Setarum (TNBKDS), Bappeda Kapuas Hulu, OPD terkait dan melibat NGO terkait.

Hal-hal yang dapat disampaikan terkait rapat tersebut, antara lain membangun komunikasi dan koordinasi para pihak dalam pengelolaan Cagar Biosfer. Memperkuat  keberadaan dan peran sekretariat forum cagar biosfer dalam mengkoordinasikan multipihak.

Selain itu juga dilakukan penyusunan rencana bersama dalam penguatan peran sekretariat forum dan  pengelolaan cagar biosfer. Selanjutnya akan segera dilakukan audiensi dengan Bupati Kapuas Hulu dengan informasi, data dan fakta yang kredibel dan akurat (untuk waktu akan dikomunikasikan oleh konsultan yang ditunjuk).

 Dalam audiensi tersebut juga dihadirkan beberapa pakar dari LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selin itu di sela-sela audiensi juga akan dilaksanakan peningkatan kapasitas anggota forum pengelolaan cagar biosfer. Disarankan untuk merampingkan keanggotan forum yang kaya fungsi. Nama cagar biosfer TNBKDS disarankan untuk dirubah karena cagar biosfer ini skalanya Kabupaten Kapuas Hulu

Dinas Perikanan Kapuas Hulu Menyerahkan Ches Frezzer untuk 2 Kelompok Pengolah Hasil Ikan (UPI) di Kecamatan Selimbau

Terdapat dua kelompok yang menerima bantuan sesuai dengan ajuan proposal yakni Usaha Bersama dan Semangat Ibu Desa Dalam Kecamatan Selimbau. Kedua kelompok tersebut langsung diserahkan langsung oleh Hermiwati,S.Pi Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Kelembagaan dan TPI yang diterima langsung oleh ketua kelompok (16/9/2021).

Dalam rangka meningkatkan mutu hasil perikanan, Dinas Perikanan melalui Seksi Kelembagaan Bidang Kelembagaan dan TPI menerima bantuan dua Ches Frezzer dari Direktorat Bina Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurut Hermiawati, S.Pi sebanyak dua Ches Frezzer bantuan Ches Frezzer tersebut Dinas Perikanan dapat membantu salah satu masalah kelompok pengolahan dalam penyimpanan stok daging ikan segar pada musim ikan melimpah sehingga pada waktu musim tangkapan berkurang pengolah masih memiliki stok ikan segar. Selain itu tempat penyimpanan hasil prooduksi olahan perikanan sebagai stok.

Dengan demikian untuk menjaga kualitas tinggi bahan baku utama dan harus produksi olahan yang jadi supaya bahan baku utama berupa daging ikan segar dapat terjaga kesegaran dan kualitasnya serta hasil produksi olahan yang telah jadi dapat tersimpan dengan baik dan tahan lama.