Sekretaris Dinas Perikanan Mengikuti Tim Meninjau Demplot Pusat Pengembangan Pertanian Organik Terpadu di Desa Kelakar Kec Hulu Gurung

Sekretaris Dinas Perikanan Triwati,SP.,M.Si mengikuti kegiatan rapat koordinasi dengan NGO WWF Indonesia Kabupaten Kapuas Hulu dan stakholder (16/9/2021) di Putussibau. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan menuju Demplot Pusat Pengembangan Pertanian Organik Terpadu di Desa Kelakar Kecamatan Hulu Gurung.

Dalam kunjungan tim ke lapangan sudah ada 7 Demplot Kawasan Pengembangan Agropolitan Hijau Embau (KAPAHE) yang terealisasi. Dimana demplot sudah mengitegrasi pertanian, perikanan, pekebunan dan peternakan. Triwati sebagai tim KSK Agropolitan untuk sektor perikanan memberikan tanggapan bahwa hasil di lapangan sudah dikatakan baik dan sukses. Perikanan dengan mengkombinasikan budidaya ikan di kolam tanah.

Triwati bersama tim melakukan tinjuauan lokasi demplot KAPAHE

Untuk itu tim selanjutnya akan melakukan Visualisasi program /kegiatan dan pameran dari 7 Desa KAPAHE tersebut. Dimulai dengan berkoirdinasi dengan Camat Hulu Gurung dan Kecamatan Pengkadan. Hasil koordinas dengan Camat bahwa kegiatan akan dipusatkan di Aula Kec Hulu Gurung sebagai lokasi yang strategis.

Setelah pihak kecamatan setuju selanjutnya akan diadakan audensi dengan Bupati Kapuas Hulu dengan memberikan presentasi  terkait perkembangan mulai dari KSK Agropolitan. Nantinya Bupati Kapuas Hulu akan memberikan dilanjutkan dengan peninjauan pameran,  meluncur ke Desa Kelakar untuk peresmian Demplot dan penanaman secara simbolis tanaman buah langka di lahan demplot.

Dinas Perikanan Latih Budidaya Cacing Sutra Sebagai Alternatif Pakan Alami di 3 Kecamatan

Kegiatan pelatihan pembenihan dan pembuatan pakan alami yang diselenggarakan oleh bidang Perikanan Budidaya berlangsung selama dua hari dari tanggal 30 – 31 Agustus 2021 di UPT BI Kelansin.  dan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan di uala UPTB BI Kelansin.

Peserta pelatihan berjumlah 15 orang yang  berasal dari beberapa kelompok pembudidaya yang ada di wilayah 3 Kecamatan yakni Kecamatan Kalis,Mentebah dan Bunut Hulu serta 4 orang Penyuluh Perikanan .

Hari pertama dimulai dengan materi yang disampaikan oleh narasumber dari bidang budidaya yakni Hermia,S.Pi dengan materi cara pembenihan ikan yang baik (CPIB), dilanjutkan dengan budidaya ikan lele dumbo serta budidaya dan pembuatan pakan alami cacing sutra oleh Kepala UPT BI Abang Zulkifli,S.Pi.,M.Si dan staf UPT BI sebagai intruktur tenaga ahli.

Tempat budidaya cacing sutra dengan metoda apartemen di UPT BI Kelansin

            UPT BI – Kelansin sejak dua tahun terkahir sudah mengambangkan budidaya cacing sutra sebagai alternatif pakan alami.  Produksi cacing sutra dalam seminggu dapat mencapai sekitar 500 gram dari satu rak yang terdiri atas 9 wadah ukuran 40  x 60 x 12 cm. tutur Abang Zulkifli

Praktek pembuatan pakan alami dalam hal ini budidaya cacing sutra di lakukan di laborotorium UPT BI pada hari kedua. Cacing sutra biasa hidup di media berupa tanah berlumpur yang kaya bahan organik. Cacing sutra biasa hidup di media tanah yang tergenang. Untuk itu, perlu dibuat instalasi air agar media budidaya cacing sutra senantiasa tergenang. Sirkulasi air yang terus – menerus dapat meningkatkan oksigen terlarut untuk mendukung perkembangan cacing sutra.

Induk cacing sutra yang siap dikembangbiakan

Induk cacing sutra dapat diperoleh dari alam atau hasil pembiakan. Jumlah indukan yang dibudidayakan sebesar 5% dari jumlah media. Jadi, jumlah indukan cacing sutra yang dibudidayakan dalam wadah ada sebanyak 100 gram per wadah.

Panen cacing sutra dapat dilakukan setelah 3 bulan pemeliharaan. Cacing sutra dapat dipanen menggunakan tangan langsung atau dengan saringan halus lalu dibersihkan dari lumpur pengotornya untuk selanjutnya diberikan sebagai pakan ikan.

Disampaikan Abang Zulkifli dalam materinya sebaiknya cacing sutra dipanen secara parsial sehingga usaha budidaya cacing sutra dapat berlangsung secara kontinu/berkelanjutan.

Dinas Perikanan Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2021 Secara Virtual Seluruh Indonesia

Dalam rangka menghadiri rapat nasional pengedalian inflasi tahun 2021 yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo (25/8/2021) di Istana Negara Jakarta secara virtual. Secara nasional acara Rakornas Kabupaten Kapuas Hulu dipimpin oleh Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat,ST, didampingi Sekretaris Daerah dan OPD terkait termaksud Dinas Perikanan yang diwakili oleh Kepala Seksi Kelembagaan Hermiwati,S.Pi di ruang rapat Buapti secara virtual.

Acara rakornas pengedalian laju inflasi tahun 2021 mengangkat tema “Mendorong peningkatan peran UMKM pangan melalui optimalisasi, digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas harga pangan”.

Dibuka secara langsung oleh Bapak Joko Widodo bersama narasumber Menteri Koordinator  Perekonomian sekaligus ketua TPIP Bapak Airlangga Hartanto dan Gubernur Bank Indonesia Bapak Fery Warjito.

Mengawali pidatonya Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa syukur karena ditengah ketidak pastian saat ini perekonomian Indonesia semakin baik dengan tingkat inflasi terkendali.  Joko Widodo juga menekan 3 (tiga) hal penting kepada Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim pengendalian inflasi daerah (TPID) untuk mendukung pemulihan ekonomi dengan menjaga stabilitas harga yaitu menjaga katersedian pasokan dan stabilitas harga, utama barang kebutuhan pokok dengan mengatasi kendala produksi dan ditribusi yang ada di Daerah.

Melanjutkan uoaaya tidak hanya fokus pada stabilitas harga tetapi juga proaktif mendorong sektor ekonomi yang tumbuh makin produkstif. Dalam hal ini mendorong peningkatan prodoktifitas petani,nelayan serta memperkuat sektor UMKM untuk bertahan dan naik kelas. Meningkatkan nilai tambah di sektor pertanian sehingga memiliki kontribusi yang semakin besar dalam mengerakan mesin pertumbuhan ekonomi.

Untuk mendukung hal tersebut kelembagaan pertanian perlu terus diperkuat, akses pemasaran di perluas dengan pemanfaatan teknologi termaksud flatform digital, penyaluran KUR pertanian di optimalkan dengan mempercepat dan mempermudah penyaluran terkmasud menyesuaikan dengan karakteristik usaha pertanian, serta di dukung pula dengan pendampingan yang intensif kepaa pelaku usaha pertanian.

Presiden juga menegaskan bhawa pandemi Covid-19 menjadi kesempatan untuk mendorong UMKM dan olahan surplus pangan masuk ke platform digital untuk memperluas pemasaran produksi baik Daerah, Nasional maupun global.

Sub Bagian Program Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Mengikuti Panen Ikan Patin Saat Monitoring di Desa Lanjak Deras

Kepala sub bagian program Dety Putrisari,S.Pi bersama staf selaku tim monitoring Dinas Perikanan melakukan kunjungan ke Desa Lanjak Deras Kecamatan Batang Lupar (30/8/2021). Pada saat yang sama, kelompok Lander Bersatu Desa Lanjak Deras sedang melakukan panen ikan patin.

Bantuan Dinas Perikanan tahun 2020 berupa benih ikan patin untuk kelompok Lander Bersatu II Desa Lanjak Deras Kecamatan Batang Lupar. Dengan ketua Syamsul Bahri Ilham menerima benih ikan tersebut pada Desember 2020 hingga 2021 sudah melakukan beberapa kali panen ikan patin.

Panen yang dilakukan Syamsul berbeda dengan biasanya. Biasanya ikan dijual jika sudah besar siap di konsumsi. Tapi dia menjual ikan dengan ukuran sedang ukuran    kurang lebih 20 – 25 cm sudah dipanen atau 3-4 ekor per kilo. Ikan dengan ukuran sedang tersebut akan beli oleh pembudidaya lainnya untuk pembesaran hingga panen.  

Ikan tersebut dibeli oleh pembudidaya area Danau Sentarum yang akan dibudidayakan di keramba. Hal ini diambil berdasarkan pengalaman jika ikan dengan ukuran kecil dibudidayakan di keramba lebih mudah mati. Sehingga untuk mengantipasi tersebut ikan dibudiayakan di kolam terlebih dahulu.

Ada berapa keuntungan yakni ikan dapat dipanen lebih cepat dan pengunaan pakan akan lebih efesien. Selain itu secara waktu bisa dipersingkat dua sampai tiga bulan.  Menurutnya

Dari hasil penjualan tersebut, Syamsul bersama kelompok bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Tentunnya akan menambah pendapatan kelompok. Hasil dari penjualan tersebut oleh kelompok digunakan untuk membeli benih kembali. 

Dety Putrisari Kepala Sub Bagian Program pada saat melakukan monitoring menyampaikan bahwa budidaya ikan patin seperti ini merupakan peluang bagi pembudidaya lainnya. Diharapakan kelompok Lander Bersatu terus berproduksi ikan paten hingga bisa menjadi pembudidaya mandiri.

Desa Labian Ira’ang Kecamatan Batang Lupar Pertama Kali Terima Bantuan Benih Ikan Dari Dinas Perikanan

Desa Labian Ira’ang Kecamatan Batang Lupar merupakan salah satu Desa yang akses ke pusat Kecamatan cukup jauh. Untuk menempuh kota Lanjak ibu Kota Kecamatan memakan waktu kurang lebih dua jam. Jalan yang berbatu dan bebukit harus dilewati hingga jembatan kayu yang hampir putus tidak bisa dilewati.

Kondisi inilah membuat Desa yang memiliki 2 Dusun yakni Dusun Bakul dan Kereng Lunsa tersebut sulit untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan ke pusat kota. Menurut Herkulanus Beger,S.Sos Kepala Desa Labian Ira’ang jika akan menggangkut hasil pertanian harus menunggu satu mobil pribadi yang disewa untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke pasar.

Banyak potensi sayuran, durian, empakan, hingga buah lokal di Desa kami, tapi untuk mengangkut hasil tersebut masih susah. Kami harus menunggu hari Jum’at untuk membawa hasil pertanian tersebut untuk dijual ke pasar Lanjak. Karena pada hari jum’at nelayan yang ada di danau akan bersama-sama menjual ikan di pasar tersebut. Sehingga terkadang mereka juga melakukan barter sayuran dan ikan. Karena di Labian Ira’ang masih kesulitan mendapatkan ikan konsumsi.

Pada saat Sub Program Dinas Perikanan melakukan monitoring bantuan benih ikan yang disalurkan melalui bidang Perikanan Budidaya tahun 2020, (29/8/2021) Beger sangat berterimakasih kepada Dinas Perikanan. Dia menyampaikan bahwa ini adalah keiginan masyarakat sejak dulu. Karena kami biasa untuk makan ikan harus pergi ke pasar Lanjak. Kini sudah bisa membudidayakan sendiri di Desa. Sudah ada 5 kolam yang sudah terisi ikan Nila dan Patin dan saat ini sudah besar – besar. Untuk itu kedepan menurutnya akan diperbanyak lagi kolam-kolam masyarakat.

Karena ikan nila mudah berkembangbiak dan tahan terhadap perbuahan cuaca sepertinya cocok dibudiayakan di lokasi perbukitan tersebut. Namun menurutnya masyarakat terkendala dalam pakan, tapi berkat dukungan dari Desa sudah menyiapkan pakan tersebut di BumDes Desa Labian Ira’ang. Sehingga kelompok sudah tidak kesulitan untuk membeli pakan.

Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Latih Pembudidaya Ikan Untuk Pembuatan Pakan Alami di UPT Kelansin

Dalam upaya mendukung ketersediaan benih yang cukup serta mengatasi permasalahan yang ada seperti mahalnya harga pakan buatan, Dinas Perikanan  Kabupaten Kapuas Hulu  melalui Program Pengelolaan Perikanan Budidaya pada Kegiatan Pemberdayaan Pembudidaya  Ikan Kecil menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembenihan dan Pembuatan Pakan Alami. Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD Benih Ikan Kelansin  dengan waktu penyelenggaraan dari tanggal 30 sampai dengan 31 Agustus 2021.

Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Roni Januardi,S.Sos.,M.Si yang dihadiri Camat Mentebah, Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Kepala Seksi Pemberdayaan dan Perlindungan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan di uala UPTB BI Kelansin. Peserta pelatihan berjumlah 15 orang yang  berasal dari beberapa kelompok pembudidaya yang ada di wilayah Kecamatan Kalis,Mentebah dan Bunut Hulu serta 4 orang Penyuluh Perikanan . Adapun yang menjadi narasumber adalah dari Bidang Budidaya dan UPTD BI kelansin .

Budidaya ikan adalah upaya campur tangan manusia dalam menumbuh kembangkan ikan dalam lingkungan yang terkontrol. Dimana kegiatan budidaya secara garis besar mencakup Pembenihan, Pendederan , dan Pembesaran yang semua kegiatan tersebut tidak terlepas dari ketersediaan Pakan . 70 % dari biaya produksi Budidaya ikan adalah Pakan .

Kepala Bidang Perikanan Budidaya menyampaikan materi pelatihan

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sulaiman,S.PKP.,MM dalam laporannya menyampaiakn bahwa Usaha perikanan budidaya dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan berwirausaha yang sangat menjanjikan. Budidaya ikan tidak hanya sebatas pada pembesaran saja, usaha pembenihan saat ini justru menjanjikan untuk di kembangkan .

Sulaiman juga menambahkan berdasarkan hasil wawancara dengan para pembenih baik UPR maupun Pembenih Mandiri , salah satu tantangan dalam menyediakan benih adalah ketersediaan pakan alami yang seringkali dapat menurun  hasil produksi Benih. Selain itu, harganya yang mahal juga menjadi kendala dalam berusaha.

Selain itu permintaan  benih ikan  saat ini  cukup tinggi dari dalam maupun luar kabupaten,  baik ikan konsumsi yang familiar seperti Nila ,Paten,Lele  dan jenis lainnya tak terkecuali  Ikan Spesifik Lokal yang harganya cukup mahal seperti Ikan Semah, Ikan Kaloy Purba bahkan Ikan Piang.Kendalanya adalah pada SDM kita yang belum menekuni dunia usaha perikanan sebagai kegiatan pokok  sedangkan SDA tersedia.  Maka dari itu diharapkan kepada para pembudidaya untuk menjadi motor penggerak dalam usaha pembenihan maupun pembesaran. Diakhir laporannya Sulaiman menambahakan dengan pelatihan ini diharapkan, para pembudidaya khususnya dalam usaha pembenihan  dapat menerapkan di Lingkungannya dalam upaya   mencukupi kebutuhan pakan alami secara mandiri sehingga peningkatan produksi benih  dapat  meningkat

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Menyarankan Uji Coba Kajian Landscale di Kabupaten Kapuas Hulu Tidak Hanya Fokus Pada Komoditi Tertentu

Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu Triwati,SP.,M.Si mengikuti kegiatan Diskusi Kelompok Terfokus Uji Coba Kajian Landscale di Kabupaten Kapuas Hulu yang diselenggarakan secara on dan ofline dan dipusatkan di aula Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu pada hari Rabu (25/8/2021).

Acara yang dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu M. Nasir tersebut diikuti oleh BBTNBKDS, BKSDA, BP DAS dan Hutan Lindung, OPD lingkup Kabupaten Kapuas Hulu, Ketua Dewan Adat Melayu dan Dayak, pimpinan bberapa NGO yang berkarya di Kabupaten Kapuas Hulu.

Landscale merupakan instrumen yang dapat menyajikan akses informasi dan penilaian (assessment) untuk menilai kinerja/status keberlanjutan pada suatu lanskap kepada para pihak (pemerintah, masyarakat, swasta/investor). Tujuan utama dikembangkannya instrumen landscale adalah membangun rantai pasok pertanian (dalam arti luas) yang berkelanjutan, bekerja sama dengan para pihak (pemerintah daerah, masyarakat, maupun sektor swasta). Rantai pasok berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan mata pencaharian produsen skala kecil (petani, UMKM, dst) dan melindungi seluruh lanskap dari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Fokus landscale di Kabupaten Kapuas Hulu adalah mengevaluasi dan memperlihatkan dampak/kinerja keberlanjutan dari pendekatan yurisdiksi yang dimulai sejak tahun 2017 bersama GIZ dengan tujuan utama untuk meningkatkan keberlanjutan produksi karet dan kelapa sawit).

LandScale dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah sebagai instrumen monitoring dan evaluasi dari implementasi target kebijakan nasional maupun internasional (mis. pencapaian SDGs, pengurangan deforestasi, konservasi keanekaragaman hayati, penurunan emisi GRK, peningkatan standar hidup petani). LandScale juga dapat menjadi acuan informasi dan penilaian terhadap kinerja keberlanjutan suatu lanskap bagi para pihak

Penilaian yang disajikan oleh LandScale dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memutuskan investasi bagi kalangan investor/swasta yang mengedepankan prinsip berkelanjutan. Pada akhirnya lansdscale diharapkan dapat mendorong daya saing komoditi Kapuas Hulu di tingkat nasional dan internasional dengan harga yang kompetitif.

Pada sesi Diskusi Triwati  memberikan masukan bahwa bahwa tidak hanya komoditi karet dan kelapa sawit saja yang menjadi titik berat perhatian tetapi juga sumber hayati lainnya yang ada seperti purik, tanaman enau, rotan dan madu hutan di semua petani/pekebun/penghasil tidak terbatas hanya pada kelompok binaan saja. Semua program/kegiatan harus matching dengan pemerintah pusat agar mendapat dukungan karena bantuan dari negara donor harus melalui pemerintah pusat dan tidak ada yang bisa langsung ke Pemkab/masyarakat.

Karena salah satu issu yang cukup krusial menyangkut tenaga kerja anak yang dipekerjakan, disarankan untuk hati-hati dalam mendefinisikan kriteria ini serta perlu diskusi panjang karena di Kabupaten Kapuas Hulu tidak ada anak yang dipekerjakan di sektor-sektor  tertentu seperti perkebunan kelapa sawit, menyadap karet, menangkap ikan, memetik purik dan lain sebagainya. Anak – anak itu dengan kesadaran penuh dan bekerja atas kemauan sendiri untuk membantu orang tuanya dan mendapatkan hasil / uang untuk keperluan mereka sendiri seperti untuk jajan, membeli keperluan sekolah dan lain sebagainya. Ujar Tri

Sekretaris Dinas Perikanan mengikuti Rapat Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2021

Sekretaris Dinas Perikanan Triwati,SP.,M.Si mengikuti Rapat Evaluasi Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Thn 2021 di Ruang Rapat Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu pada hari Kamis (26/8/2021)

Rapat yang dibuka dan dipimpin oleh Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah Azmi, SE.,MM menyampaikan rapat dilkukan guna mengevaluasi pencapaian realisasi terhadap target yang ditetapkan dari pajak dan retribusi daerah sampai dengan bulan Juli 2021. Hasil evaluasi menggambarkan apakah sampai dengan akhir tahun target yg ditetapkan dapat tercapai atau tidak, atau kah perlu dinaikkan atau diturun target tersebut.

Penyesuaian target harus  dilakukan pada APBD Perubahan untuk menghindari temuan hasil audit Badan Keuangan Propinsi Kalimantan Barat terhadap pelaksanaan APBD tahun 2021 nantinya, dimana batas toleransi realisasi PAD adalah antara 95% sampai dengan 105%.

Khusus untuk Dinas Perikanan penyepan realisasi retribusi TPI sampai dengan akhir Juli 2021 kurang lebih 69,367%  dan realisasi retribusi penjualan ikan kurang lebih  91,38%. Tutur Triwati

Dinas Perikanan Berikan Sosialisasi Pelayanan Publik di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Jongkong

Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan Sosialisasi Pelayanan Publik bertempat di aula Kecamatan Jongkong pada tanggal 12 Agustus  2021. Sosialisasi diikuti kurang lebih 50 orang yang terdiri dari unsur kecamatan, Polsek, Koramil, para kades, Badan Musyawarah Desa (BPD), akademisi (para guru SD, SMP dan SMA), Tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, mahasiswa, pengurus nelayan, pegawai Tempat Pelelangan Ikan Jongkong, dan masyarakat pengguna/pemanfaat Layanan Bongkar Muat Ikan TPI Jongkong.

Sebagai narasumber sosialisasi Triwati, SP. M.Si, selaku Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan sampaikan mencakup dasar hukum penyelenggaraan pelayanan publik,  jenis pelayanan publik yang ada di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, seputar penyelenggaraan dan pengelolaan  pelayanan fasilitas  bongkar muat ikan TPI Jongkong;

Triwati meyebutkan bahwa dasar pelaksanaan pelayanan public pada Dinas Perikanan berdasarkan perintah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.12 /Men/2007  tentang Perizinan Usaha Pembudidayaan Ikan serta Peraturan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu No 17 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kabupaten Kapuas Hulu dan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2015 tentang Perubahan Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu (Pasal 2 dan Pasal 8).

Adapun tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini agar para peserta dan masyarakat mengetahui dasar hukum dan jenis-jenis pelayanan publik yang ada di Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu dan lebih khusus lagi mengetahui dan memahami dasar-dasar penyelenggaraan dan pengelolaan TPI Jongkong;

Jenis-Jenis Pelayanan Publik ada diselenggarakan Dinas Perikanan antara lain Pelayanan Pemberian Surat         Pembudidayaan Ikan (SBI)    ( Bidang Perikanan Budidaya), Rekomendasi Pemberian Surat  Izin Usaha Perikanan   (SIUP) (Bidang KTPI/Bid. Budidaya), Pelayanan Penjualan Benih Ikan (UPT BI    Kelansin) dan Pelayanan Fasilitas Bongkar Muat Ikan di TPI (Bidang KTPI)

Bangunan TPI Jongkong adalah aset Pemerintah Pusat (KKP RI) yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu (Dinas Perikanan Kab. Kapuas Hulu) sehigga yang bertanggung jawab penuh dalam penyelenggaraan, pengelolaan  dan pemeliharaan / perawatannya adalah Dinas Perikanan;

Bahwa target retribusi TPI setiap tahunnya tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu dan setiap tahun biasanya target retribusi TPI  mengalami kenaikan.  Pencapaian realisasi dari target  yang telah ditentukan akan dievaluasi oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kapuas Hulu serta BKD Propinsi Kal Bar;

Dari  pertanyaan yang diajukan oleh peserta, ada beberapa pertanyaan/pernyataan yang menginginkan BUMDES ikut serta dalam pengelolaan TPI, itu tidak mungkin dilakukan sebagaimana materi yang telah kami paparkan (sesuai dengan point no. 7). Yang mungkin dilakukan BUMDES adalah dalam penyediaan beberapa kebutuhan nelayan / kebutuhan pedagang pengumpul maupun pedagang pengecer seperti  BBM (Bensin), es batu, garam ikan, menyediakan jasa penggilingan ikan dan/atau kantin yang menyediakan minuman /makanan ringan.

Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan Berdayakan Perempuan Nelayan dengan Pelatihan Pengolahan dan Kemasan Hasil Ikan di Desa Tanjung Harapan, Suhaid

Bidang  Pemberdayaan dan Perlindungan Nelayan Kecil (PPNK) Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan dan kemasan hasil ikan dalam rangka pemberdayaan perempuan nelayan di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Suhaid, Rabu (18/8/2021). Bertempat di Gedung serbaguna Desa Tanjung Harapan Kepala Bidang PPNK Abdul Gany Rasyid,S.Pi bersama Kasi Pemberdayaan Nelayan Kecil Harti Shuntari,S.Pi.,M.M beserta staf melaksanakan kegiatan tersebut.

Acara pelatihan dibuka oleh Camat Suhaid dalam hal ini diwakili oleh Kasi Pemerintahan H. Abang Supardi membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dihadiri juga Kepala Desa Tanjung Harapan Sujarparman yang sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan pelatihan tersebut. Karena menurutnya kegiatan tersebut sudah sangat ditunggu oleh ibu – ibu nelayan.

Menurut Kades Tanjung Harapan, sangat berterima kasih kepada Dinas Perikanan sudah memfasilitasi mengolah hasil ikan menjadi produk yang lebih menarik dan pasti banyak disukai oleh konsumen terutama anak-anak.

Pada kesempatan yang sama Abdul Gany Rasyid,S.Pi menyampaikan bahwa sasaran kegiatan merupakan perumpuan nelayan. Hal ini dikarenakan peran perempuan nelayan atau istri nelayan sangat strategis terhadap ekonomi keluarga. Peningkatana peran perempuan nelayan dapat dioptimalkan dalam pemanfaatan hasil tangkapan nelayan. Sehingga perlu dilakukan Langkah-langkah pengembangan usaha perikanan berwawasan gender.

Salah satunya dengan melakukan pelatihan pengolahan hasil perikanan. Sebanyak 20 orang perempuan nelayan Desa Tanjung Harapan mengikuti pelatihan pengolahan dan kemasan hasil ikan. Dalam pelatihan tersebut yang dipandu oleh Instruktur Aries Nur Sejati,S.TP dan Dora Mokhzadinova,S.Pi peserta membuat tiga (3) produk yakni abon ikan, nagget dan amplang.

Untuk mempermudah dan efesiensi kegiatan, peserta dibagi dalam tiga kelompok dimana dalam pembuatan abon dan nagget ikan dipandu oleh Aries Nur Sejati,S.TP dan kelompok ketiga membuat amplang yang dipandu oleh Dora Mokhzadinova,S.Pi.

Setelah pembuatan produk tersebut jadi kurang lebih dua jam, dilanjutkan dengan pengemasan produk. Pengemasan saat ini dilakukan secara sederhana dengan mengunakan vacuum seller. Hal ini dilakukan untuk menjaga produk lebih tahan lama dan lebih menarik.